Berita Bangka Belitung
Cegah Stunting, Remaja Babel Rutin Diberikan Tablet Tambah Darah
Remaja putri di Bangka Belitung rentang usia 10-12 tahun rutin diberikan tablet tambah darah (TTD).
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Remaja putri di Bangka Belitung rentang usia 10-12 tahun rutin diberikan tablet tambah darah (TTD).
"Pemberian TTD diberikan satu kali seminggu di sekolah, salah satu gerakan meningkatnya dengan aksi bergizi," ujar Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Itsnataini saat acara peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (29/8/2023).
Dia mengungkapkan Tablet tambah darah (TTD) diberikan kepada remaja putri umur 12-18 tahun di sekolah dan madrasah.
Berdasarkan data, proporsi remaja putri 10-19 tahun di Bangka Belitung menerima TTD, sebesar 47,67 persen dari target 58 persen.
"Dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga saat ini menjadi intervensi spesifik sebagai upaya penurunan stunting di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Bangka Belitung," katanya.
Selain itu, dia menyingung soal anemia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat dialami seluruh kalangan termasuk remaja putri
"Anemia merupakan kondisi hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal, berdasarkan data riset kesehatan dasar tahun 2013, kejadian anemia pada usia 5-24 tahun itu sebesar 44,8 persen artinya 1 dari 5 remaja mendapat masalah anemia," katanya.
Sehingga pemerintah daerah perlu melakukan antisipasi untuk mencegah anemia tersebut
"Anemia pada remaja putri akan berdampak pada prestasi di sekolah dan nantinya akan beresiko saat menjadi ibu hamil saat melahirkan bayi yang pertumbuhan terganggu," katanya.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/2908-tablet-tambah-darah.jpg)