Berita Bangka Tengah
Berbekal Motor Klasik, Pemuda Ini Buka Kedai Kopi Keliling Raup Omset hingga Rp600.000
Mengusung konsep kopi keliling atau disebut juga kopi jalanan membuat Boim, pemilik Wacana Kopi bisa meraup pundi-pundi rupiah.
Penulis: Arya Bima Mahendra |
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Sederhana namun cukup menarik perhatian, itulah yang menjadi kesan pertama saat menjumpai 'Wacana Kopi', siang itu, Rabu (27/9/2023).
Mengusung konsep kopi keliling atau disebut juga kopi jalanan membuat Boim, pemilik Wacana Kopi bisa meraup pundi-pundi rupiah.
Berbeda dengan kedai-kedai kopi pada umumnya yang biasnya menetap di suatu tempat, Boim memilih menjual minum berkafein itu dengan cara berkeliling.
Berbekal motor klasik Astrea yang dimodifikasi sedemikian rupa, pemuda berumur 22 tahun itu tidak malu menjual minuman racikannya di pinggir jalan.
Dirinya biasanya mangkal di Komplek Perkantoran Pemkab Bangka Tengah, tak jauh dari gerbang masuk dan kantor Bupati Bangka Tengah.
Meski baru menjalankan usahanya selama kurang lebih sebulan terakhir, kopi dan menu minuman lain yang dibuat Boim cukup diminati oleh para pembeli yang sebagian besar adalah pegawai di perkantoran Pemkab Bangka Tengah.
"Sengaja memang milih mangkal disini (komplek perkantoran Pemkab Bangka Tengah), karena orang-orang kantor itu kan biasanya hobi ngopi, apalagi yang sudah tua-tua," kata Boim.
Diakuinya, dalam sehari jualan, rata-rata dia bisa meraup untung bersih sekitar Rp150-200 ribu.
Tak hanya itu, pada kesempatan-kesempatan tertentu, dirinya pernah mendapatkan omset sebesar Rp600 ribu per hari.
"Biasanya kalau ada acara-acara di kantor-kantor dinas, ada yang pesan banyak. Ada juga yang kadang-kadang manggil langsung ke kantor," ungkap pemuda asal Desa Nibung, Kecamatan Koba ini.
Menu minuman yang dijualnya pun cukup bervariasi seperti americano, kopi susu, kopi tubruk, black tea, coklat dan coklat susu dengan kisaran harga mulai dari Rp6 ribu sampai Rp12 ribu.
Kedai kopi sederhana miliknya biasanya mulai buka sekitar pukul 10.00 WIB sampai sekitar pukul 17.00 WIB atau sampai jam pulang pegawai Pemkab Bangka Tengah pada hari Senin-Jumat.
"Kalau hari libur Sabtu-Minggu, biasanya mangkal di Pantai Arung Dalam, karena disitu ramai," jelasnya.
Boim mengungkapkan, dirinya terpikir untuk membuka usaha kedai kopi keliling tersebut lantaran sebelumnya dia pernah merantau untuk kursus otomotif di Yogyakarta.
Kata dia, kala itu dirinya sering nongkrong di salah satu Warung Kopi milik temannya dan mulai belajar meracik kopi yang enak.
"Pas pulang ke Bangka itu kepikiran mau buka usaha soalnya belum ada kerja. Jadi bikin kopi keliling ini yang modalnya kecil, karena kalau buka kedai kan lumayan juga modalnya," imbuhnya
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/2709-boim.jpg)