Berita Bangka Belitung
Rektor UnMuh Kesal Listrik di Bangka Belitung Byar Pet
Fadillah Sabri merasa kesal dengan PT PLN, perusahaan plat merah ini selalu bikin masyarakat Bangka Belitung tak nyaman.
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Rektor Universitas Muhammadiyah (UnMuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri merasa kesal dengan PT PLN, perusahaan plat merah ini selalu bikin masyarakat Bangka Belitung tak nyaman.
Terutama persoalan listrik yang kerap terjadi pemadaman bergilir beberapa hari terakhir.
"Karut marut persoalan kelistrikan di Bangka Belitung ini tidak pernah terselesaikan secara komprehensif, padahal sudah 23 Tahun berdirinya provinsi ini," ujar Rektor UnMuh Babel, Ir. Fadillah Sabri kepada bangkapos.com dalam rilis, Kamis (16/11/2023).
Dulu ada wacana pembangunan PLTU dengan skala yang cukup besar, tapi ternyata tidak juga menyelesaikan persoalan.
Dia mengatakan meskipun sudah ada upaya yang dilakukan PT PLN yakni dengan menggunakan kabel bawah laut dari pulau Sumatra - Bangka, hal itu lantas tak membuat stabilnya listrik di Kepulauan Bangka Belitung.
"Setau saya, dulu sempat akan diresmikan oleh kementerian, tapi keburu towernya tumbang. Dan puncaknya awal puasa 2023 kemarin, disitu saya sudah meminta penjelasan pak GM PLN unit Babel apa yang menjadi persoalannya," katanya.
Dia meminta, agar hal ini harus menjadi perhatian perusahaan PLN unit Bangka Belitung, karena ini sangat-sangat menggangu kenyamanan, baik itu dunia investasi, industri, pendidikan maupun rumah tangga.
"Semalam itu dua jam lebih mati lampunya ketika saya sedang mengajar. Oleh karena itu, permasalahan yang harus dikritisi ini adalah apakah kebijakan PLN dengan membuat konektivitas jaringan Sumatra-Bangka sudah dipertimbangkan dengan matang, sehingga meniadakan cadangan. Pak GM kemarin sudah berpikir ingin tetap membuat kembali sebagai cadangan jika terjadi hal seperti ini ," katanya.
Dia menegaskan, agar PLN menjelaskan kepada masyarakat apa yang menjadi penyebab hal ini terus-terusan terjadi.
"Harus ada solusi yang komprehensif dan jangka panjang, karna ini sudah bertahun-tahun permasalahan kelistrikan kita yang tidak selesai-selesai.
Dan ini juga sangat menggangu dunia investasi dan pembangunan di Bangka Belitung. Karna listrik merupakan suatu yang sangat penting," katanya.
"Berikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat, dan harus berani mengatakan bahwa energi listrik kita ini cukup apa tidak sebenarnya, jangan ngomongnya sudah over tapi masih juga.
Dan yang paling miris itu ketika orang lain dimatikan lampunya dipusat kota itu ada keramaian, ada pesta rakyat, nah pertanyaannya kok bisa, meskinya itu kan tidak seperti itu, kita jaga perasaan masyarakat kita donk," katanya.
Dia menambahkan hari ini PLN sudah memonopoli kelistrikan di Indonesia, karena tidak ada lagi saingan bisnis, namun hal demikan juga masih tetap terjadi.
"Masyarakat tidak pernah tidak membayar, apalagi sudah pakai token, tidak beli token tidak berlistrik. Padahal begitu banyak subsidi untuk rumah tangga. Saya minta teman- teman di PLN, cobalah berpikir yang strategis dan solutif jangka panjang, karna kalau tidak dikelola dengan managerial baik, saya pikir kepercayaan masyarakat akan terus tergerus," katanya.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/1611-fadillah-sabri.jpg)