Dokter Qory Ingin Cabut Laporan KDRT yang Dilakukan Suaminya, Alasannya 'Aku Masih Cinta'
Yang kami tahu memang, kami lihat dan kami komunikasikan dengan dokter Qory, pasangan ini saling sayang dan kemarin terjadi kekerasan itu karena...
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POSBELITUNG.CO -- Dokter (dr) Qory Ulfiah (37), korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), berencana untuk mencabut laporan.
Namun, dr Qory baru menyampaikan keinginannya tersebut secara lisan.
Untuk diketahui, saat ini Willy telah ditetapkan sebagai tersangka kasus KDRT dan sudah ditahan.
Setelah menghilang secara misterius dan ditemukan, nama dokter Qory Ulfiyah Ramayanti masih menjadi sorotan.
Dimana sebelumnya dokter Qory Ulfiyah Ramayanti menghilang karena tak kuat menjadi korban KDRT dari suaminya tersebut.
Sesaat setelah ditemukan, Qory Ulfiyah Ramayanti akhirnya mendatangi Polres Bogor.
Dimana Qory Ulfiyah Ramayanti melaporkan sang suami karena mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Baca juga: Dokter Qory Hilang di Bogor Akhirnya Ditemukan, Ternyata Cari Perlindungan Lalu Lapor KDRT
Baca juga: Perjalanan Rumah Tangga 5 Tahun dr Qory dan Willy Sulistio Viral, Ternyata Tanpa Restu
Baca juga: Biodata Jet Li, Diisukan Meninggal Dunia, Ternyata Tengah Berjuang Sembuh dari Hipertiroidisme
Satreskim Polres Bogor pun menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi.
Willy Sulistio pun kini ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dan harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan terhadap istrinya.
"Kami menemukan bukti yang cukup bahwa menerapkan kekerasan dalam rumah tangga yang membuat korban kabur dari rumah," ujar Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan, Jumat (17/11/2023) lalu.
Atas kejadian tersebut, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.
"Pelaku dijerat dengan pasal 44 Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," tegasnya.
Setelah kasusnya viral dan sang suami langsung ditahan menjadi tersangka KDRT, kini dokter Qory justru memberikan reaksi berbeda.
Dimana kini dokter Qory justru ingin mencabut laporan KDRT tersebut.
Penyebabnya ialah ia masih cinta dengan sang suami.
Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"(Mau cabut laporan) betul, sementara baru penyampaian lisan ke kami,”
“Yang kami tahu memang, kami lihat dan kami komunikasikan dengan dokter Qory, pasangan ini saling sayang dan kemarin terjadi kekerasan itu karena dipicu emosi yang memuncak," ungkapnya dilansir Tribun-Medan.com, Senin (20/11/2023).
Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2023 yang Menyentuh dan Penuh Makna, Ada Bahasa Inggris
Baca juga: Harga HP OPPO A17k Resmi Turun Rp 300.000 di November 2023, Cek Spesifikasinya
Baca juga: Hasbunallah Wanikmal Wakil, Doa Penolong Berbagai Kesulitan, Lengkap dengan Keutamaannya
Dokter Qory telah mengalami beragam penganiayaan dari suaminya.
Hal itu bermula saat Willy diberi kejutan ultah oleh sang istri pada Senin (13/11/2023) pukul 00.00 WIB.
Willy marah lantaran tayangan film kesukaannya diberhentikan sang istri demi kejutan ultah itu.
Akibatnya, Qory ditampar dan sempat ditodong pakai pisau dapur yang ditempelkan di punggung korban.
Bahkan Qory yang tengah hamil 6 bulan ditendang dan lehernya diinjak berkali-kali oleh tersangka hingga akhirnya kabur dari rumah dan mencari perlindungan.
Korban dan pelaku diketahui sudah memiliki 3 anak bersama.
9 tahun jadi korban KDRT
Kronologis penganiayaan yang dialami Dokter Qory sempat diurai Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara.
Diakui Qory kepada penyidik, ia awalnya enggan melaporkan Willy ke polisi.
"Dokter Qory sayang sama suaminya, tapi karena mungkin ini kejadian berulang bahkan yang terakhir sampai ada ancaman menghunuskan pisau ke Dokter Qory sehingga Dokter Qory merasa ini kelewat batas, apalagi Dokter Qory sedang hamil enam bulan," kata AKP Teguh Kumara.
Tapi karena sudah sembilan tahun disiksa sang suami lahir dan batin, Dokter Qory pun tak tahan lagi.
"Dari keterangan bu dokter atau korban, kekerasan terjadi setelah tiga tahun perjalanan rumah tangga mereka," ujar AKP Teguh Kumara.
Baca juga: 20 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT, PAS, UAS PJOK Kelas 8 SMP/MTs
Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2
Baca juga: 25 Contoh Soal dan Jawaban Pilihan Ganda PAT Ekonomi Kelas 10 Semester 2
Alasan terbesar Dokter Qory melaporkan suaminya ke polisi karena peristiwa yang baru-baru ini terjadi.
Willy nekat menghunuskan pisau ke tubuh Dokter Qory walau istrinya itu sedang hamil.
"(Pelaku) mengancam (Dokter Qory) dan sempat ditaruh (pisau) di punggung belakang (korban), sehingga korban merasa ketakutan, itulah yang membuat korban meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan ke dinas perlindungan," imbuh Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro.
Dokter Qory Tulang Punggung Keluarga
Viralnya kabar Dokter Qory yang hilang secara tiba-tiba, membuat sejumlah warganet ikut menyoroti kasus ini.
Beberapa diantaranya, ada yang mengaku sebagai teman Qory. Mereka membeberkan keseharian dokter berkulit sawo matang tersebut.
Mengutip laman Linkedin Qory Ulfiyah Ramayanti, ia diketahui merupakan lulusan Universitas Jenderal Soedirman.
Ia berkuliah di jurusan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman tahun 2005-2009.
Setelah itu, ia mengambil program Profesi Dokter Umum hingga tahun 2011.
Ia menjadi seorang dokter klinik sejak 2012.
Pada catatan akun tersebut, ia juga pernah menjadi Dokter di RS Citra Medika selama 8 bulan pada 2017 silam.
Sementara itu, akun Twitter atau X @gudbaybambim yang mengaku sebagai teman Qory juga bercerita bahwa dokter tersebut dikenal sebagai sosok yang baik dan lemah lembut.
Ia diketahui merupakan tulang punggung keluarga dan memiliki tiga orang anak.
"Saya sebagai teman kerjanya, sedikit banyak mengetahui bahwa banyak sekali beban yang dia tanggung. Dia sebagai tulang punggung keluarga, bekerja di beberapa tempat, berperan sebagai ibu rumah tangga, dan menafkahi keluarga dan juga suaminya yang abusive dan tidak memiliki pekerjaan!," tulis akun @gudbaybambina, dikutip TribunJakarta.com.
Meski memiliki tiga orang anak, Qory dikenal sebagai sosok pekerja keras.
Ia setiap hari selalu menghabiskan waktunya untuk bekerja mencari uang sehingga membuat dirinya seringkali kelelahan.
Menurut @gudbaybambina, hal itu ia lakukan karena dirinya merupakan tulang punggung yang harus menafkahi suami serta keluarganya.
Berdasarkan kabar yang beredar, suaminya tidak memiliki pekerjaan.
Selain itu, diduga sang suami juga kerap bertindak kasar.
"Apalagi aku jadi saksi liat dokter Qory yang banyak sekali nanggung beban dan suaminya yang abusive. Sedih sekali pas baca berita ini, tapi aku gak heran kenapa dia bisa melakukan hal ini," tulisnya.
"Abis jaga malem di ugd, paginya langsung praktek lagi di klinik, sering banget seperti itu. Dia lusuh dan keliatan banget belum istirahat. Sering sakit, dan ditempat kerja juga sering izin buat tidur," tulisnya.
Menurut penelusuran, Qory diketahui berpraktek di 4-5 tempat.
Walau begitu, ia seringkali didesak oleh keadaan keluarganya untuk meminjam uang dari teman-teman kerjanya.
Hal itu bahkan untuk nominal yang tidak seberapa demi anak-anaknya.
"Dia sampe selalu ngepush pinjam uang ke kita temen-temen kerjanya.dengan nominal yang ga seberapa, Rp 50 ribu doang. Dia pinjem dan selalu bilang 'tolong aku dan nyawa anak anakku'. Kita gak habis fikir suaminya ngapain aja," tulis @gudbaybambina dalam cuitannya.
(*/Tribun-Medan.com/kompas.com/ tribunnews.com)
Sosok Ustaz Terkenal di Bandung Diduga Aniaya dan Ludahi Anak Kandung, Mantan Istri Murka |
![]() |
---|
VIDEO: Pesawat Latih FASI Jatuh di Bogor, Pilot Marsma Fajar Tewas |
![]() |
---|
Polresta Pangkalpinang Tangani Puluhan Kasus Kekerasan, Pelaku Rata-rata Orang Terdekat Korban |
![]() |
---|
Marsma TNI Fajar Adriyanto Hembuskan Nafas Terakhir Setelah Alami Laka Pesawat |
![]() |
---|
VIDEO: Pesawat Jatuh di Bogor Ternyata Sedang Jalani Misi Pelatihan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.