Berita Pangkalpinang
Penjual Bumbu Giling Terimbas Mahalnya Harga Cabai
Melambungnya harga jual cabai dan beberapa komoditi bumbu dapur saat ini menjadi keluhan beberapa masyarakat, termasuk para penjual bumbu giling.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO - Melambungnya harga jual cabai dan beberapa komoditi bumbu dapur saat ini menjadi keluhan beberapa masyarakat, termasuk para penjual bumbu giling di pasaran.
Seperti lapak penjual bumbu giling di Pasar Induk Pangkalpinang ini merasakan imbas dari kenaikan harga cabai yang naik signifikan saat ini. Bahkan pihaknya juga merasakan omzet yang kian merosot.
"Sekarang ini sepi penjualan, karena ekonomi yang sulit. Belum lagi harga bumbu yang naik, tentunya omzet kita pun menurun drastis," kata penjual bumbu giling di Pasar Induk Pangkalpinang Uda kepada Bangka Pos Group, Selasa (28/11).
Kata Uda, sebelum ada kenaikan harga, permintaan bumbu giling cabai ini bisa terjual di atas 15 kilogram per hari. Sedangkan saat ini bumbu giling yang terjual hanya di kisaran 10 -12 kilogram per hari.
"Cabai giling ini kita jual Rp25 ribu per kilonya dan harga ini kita jual tidak naik. Karena harga segini pun masyarakat banyak yang mengeluh," ucapnya.
Berbagai macam bumbu masak giling ini tersedia mulai dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, lada bubuk, lengkuas, ketumbar dan masih banyak lagi tersedia.
Bahkan bukan hanya bumbu mentah saja tapi para pembeli bisa langsung membeli racikan bumbu masakan seperti bumbu rendang, opor, soto, gulai, semur, ungkep hingga bumbu bakso.
Diakuinya, permintaan bumbu giling yang meningkat terjadi saat momen hari besar keagamaan seperti hari raya.
"Kalau hari biasa seperti ini, paling yang beli rata-rata warung rumah makan, pedagang bakso, ada juga masyarakat biasa, namun tidak dominan," ucapnya. (posbelitung.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Penjual-sedang-membungkus-bumbu-giling-pesanan-pembeli-di-Pasar-Induk-Pangkalpinang.jpg)