Berita Bangka Selatan
Cegah Pemanasan Global, Gerakan Satu Orang Tanam Satu Pohon Digalakkan
Sumindar mengatakan, pemerintah setempat memang getol mengajak masyarakat untuk menggiatkan aksi tanam pohon bersama.
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Sumindar mengatakan, pemerintah setempat memang getol mengajak masyarakat untuk menggiatkan aksi tanam pohon bersama.
Tujuannya, untuk mewujudkan lingkungan berkelanjutan di daerah itu.
Apalagi saat ini pemanasan global dan cuaca ekstrem kerap melanda Kabupaten Bangka Selatan.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan lewat aksi tanam pohon.
Langkah tersebut dilakukan guna mengatasi perubahan iklim, pemanasan global, dan polusi udara yang kian masif.
Bahkan satu orang ditargetkan untuk dapat menanam satu batang pohon.
“Perubahan iklim ini sangat masif dan kita merasakan juga saat ini cuaca ekstrem. Ini menandakan bahwa pemanasan global di negara kita juga sangat luar biasa,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (8/12/2023).
Sumindar bilang, upaya mengendalikan pemanasan global perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat dengan memperbanyak pohon dan tanam-tanaman. Sehingga memperbanyak penyerapan unsur-unsur gas-gas berbahaya. Sekaligus mampu melestarikan hutan yang ada. Pihaknya turut mengajak masyarakat untuk rajin menanam, minimal satu orang satu batang pohon.
Penanaman pohon mempunyai manfaat yang besar dan luas bagi kehidupan. Utamanya untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup agar semakin baik. Tak hanya itu, menanam pohon diklaim mampu mencegah terjadinya berbagai bencana alam banjir, tanah longsor di musim hujan, dan kekeringan serta kekurangan air bersih di musim kemarau. Lebih jauh juga untuk mencegah terjadinya kekurangan pangan.
“Kalau perlu memang diharuskan untuk menanam satu orang, satu batang pohon. Ini untuk menjaga oksigen kita dan lingkungan kita agar tetap teduh dan sejuk,” papar Sumindar.
Menurutnya selain menanam pohon, di tengah berkembangnya isu lingkungan saat ini perlu mengubah pola perilaku masyarakat. Yakni dengan menerapkan pola hidup bersih sehat, menjaga lingkungan dan mengurangi produksi sampah plastik. Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah berusaha semaksimal mungkin dalam menangani permasalahan kebersihan lingkungan dan meminimalisir sampah masuk ke laut.
Manusia yang berkualitas tidak hanya dilihat dari segi pendidikan namun juga perilaku di setiap harinya dalam memperlakukan wilayah atau tempat di mana tinggal. Apabila adanya lingkungan kurang baik bisa mengakibatkan hal-hal yang tak baik. Sehingga perlu diberikan pemahaman yang benar termasuk tentang beberapa penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan hidup kurang bersih.
“Perlinya agar masyarakat kita membiasakan diri untuk berpola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak membakar sampah sembarangan,” ucapnya.
Kendati begitu kata Sumindar, kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Bangka Selatan juga perlu diubah. Maka dari itu pemerintah mengajak masyarakat untuk dapat memilah sampah dari sumbernya langsung. Di mana sampah anorganik dapat didaur ulang dan dimasukan ke bank sampah. Sehingga sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir adalah sampah residu yang tidak bisa diolah lagi.
“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita masing-masing. Paling tidak di kanan kiri rumah kita untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, agar tidak terjangkit penyakit dan segala macam,” pungkas Sumindar.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/0812-tanam-pohon.jpg)