Berita Belitung

Tiket Mahal Berimbas ke Hotel Melati

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Annyta mengatakan pada 2023 ini kunjungan ke Belitung mulai stabil.

Penulis: Rusaidah |
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Sosialisasi Statistik Pariwisata yang dilaksanakan BPS Belitung di Golden Tulip, Kamis (14/12). 

POSBELITUNG.CO - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Annyta mengatakan pada 2023 ini kunjungan ke Belitung mulai stabil.

Namun mulai Oktober menurun karena kegiatan pemerintah sudah mulai selesai, lalu pada November maskapai penerbangan Super Air Jet pun sudah menutup rute penerbangan di Belitung.

"Ternyata pengunjung ke Belitung dengan harga tiket sekitar 1 jutaan menyebabkan pangsa pasar menengah ke bawah menurun. Okupansi hotel menurun drastis terutama hotel kelas melati," katanya dalam Sosialisasi Statistik Pariwisata yang digelar BPS Belitung di Hotel Golden Tulip, Kamis (14/12).

Menurutnya, untuk hotel kelas bintang ternyata masih bertahan. Artinya pengaruh harga tiket tidak berpengaruh pada tamu hotel bintang.

Apalagi di beberapa hotel bintang berlangsung konferensi yang berlangsung di Belitung, adanya kegiatan pemerintah tetap berlangsung.

Tapi justru yang 'sakit' ialah kunjungan wisatawan. Makanya travel mengeluh rencana untuk menangani paket tur perjalanan harus dibatalkan.

"Memang travel menjual paket yang dijual paket wisata di Belitung. Mereka yang wisatawan tidak keberatan harga paket, tapi keberatan harga tiket. Sehingga mencari tempat lain. Ini yang dikeluhkan pemilik travel," ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, pihaknya terus berupaya di antaranya dengan menambah daya tarik melalui penambahan desa wisata.

Dalam lima tahun terakhir pun desa wisata terus bertambah hingga pada 2023 ini ada sebanyak 78 desa wisata di Belitung.
Bahkan Desa Wisata Terong menjadi salah satu pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), penghargaan bergengsi dari Kemenparekraf RI. 

Okupansi Hotel Menurun

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung mensosialisasikan statistik pariwisata di Hotel Golden Tulip, Kamis (14/12).
Kepala BPS Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati mengatakan data survei pariwisata yang dirilis merupakan hasil dari dua bulan sebelumnya, sehingga pada Desember merilis data di Oktober.

Saat menyampaikan materi, dia memaparkan bahwa di Bangka Belitung pada tren tamu menginap, baik turis domestik maupun asing pada Oktober jika dibandingkan September menurun signifikan hampir -12,68. Penurunan juga terjadi di Pulau Belitung.

"Kami membuatnya Pulau Belitung karena di Belitung Timur terbatas jumlah hotelnya, kalau dirilis Belitung Timur langsung mengarah pada hotelnya. Sedangkan BPS tidak mungkin merilis by name by address," jelasnya.

Pergerakan wisatawan di dua bulan tersebut, ternyata terjadi tren penurunan -2,53 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan di Babel, domestik dan asing terjadi peningkatan. Sedangkan penurunan hanya terjadi di Pulau Belitung.

Tingkat penghunian kamar di Pulau Belitung karena jumlah tamu menurun, maka tingkat hunian kamar juga menurun. Okupansi di September sampai 30,86 persen, menjadi 26,92 persen untuk hunian kamar bintang.

"Yang menurun di bintang 1, sedangkan 2, 3, serta bintang 4 dan 5 terjadi peningkatan trennya positif September-Oktober," ujarnya.

Dia berharap nantinya agar pariwisata Belitung bisa kembali seperti sebelum pandemi Covid-19. Menurutnya, memang jika dibandingkan tren tahun lalu ada pergerakan positif secara tren tahunan. Tapi tetap membutuhkan perhatian dari semua pihak. (del/posbelitung.co)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved