Berita Bangka Tengah
66 Ibu Hamil di Bangka Tengah Alami Anemia
Dinas Kesehatan Bangka Tengah mencatat sebanyak 66 ibu hamil di wilayahnya, mengalami anemia.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
KOBA, POSBELITUNG.CO - Dinas Kesehatan Bangka Tengah mencatat sebanyak 66 ibu hamil di wilayahnya, mengalami anemia. Dari total itu artinya 2,15 persen ibu hamil mengalami anemia dari jumlah ibu hamil yang di periksa Hb sebanyak 3.064 ibu hamil.
Secara umum anemia saat hamil disebabkan oleh kekurangan zat gizi serta perubahan hormon tubuh yang dapat memengaruhi produksi sel darah merah di dalam tubuh.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, drg M Anas Ma'ruf mengatakan, ibu hamil yang mengalami anemia berisiko melahirkan anak stunting. "Ibu hamil dengan anemia dikhawatirkan berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin yang di kandung, pendarahan dan berisiko bayi yang dilahirkan prematur dan berisiko stunting," ujar Anas, Rabu (20/12).
Menurutnya, anemia harus menjadi perhatian bagi ibu hamil karena berisiko banyak hal terutama kesehatan bayi. "Wanita yang mengalami anemia parah pada kehamilan di trimester pertama berisiko memperlambat pertumbuhan janin, lahir sebelum waktunya atau prematur, hingga memiliki berat badan di bawah rata-rata atau berat badan lahir rendah (BBLR) ketika dilahirkan," katanya.
Diakuinya, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melakukan upaya untuk penanganan anemia pada ibu hamil dengan pemberian tablet tambah darah. "Upaya yang telah dilakukan adalah dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebanyak 90 tablet selama masa kehamilan, melalui kelas ibu hamil," jelasnya. (s2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20220123-drg-m-annas-maruf.jpg)