Berita Pangkalpinang

2024, Dinkes dan DP3AKB Pangkalpinang Diminta Fokuskan Penurunan Stunting

Saat ini posisi Kota Pangkalpinang di bawah target maksimal Nasional dalam kasus stunting yakni 14 persen

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
Bangkapos.com
Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Saat ini posisi Kota Pangkalpinang di bawah target maksimal Nasional dalam kasus stunting yakni 14 persen, tapi penurunan stunting harus tetap menjadi fokus bersama. 

Pada 2024 stunting akan menjadi pekerjaan besar dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus ditekan.

Penjabat (Pj) Wali Kota Pankalpinang, Lusje Anneke Tabalujan meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang untuk memfokuskan penurunan angka stunting di Kota Pangkalpinang. 

"Tahun 2023 sudah menurun angkanya, sekarang masih sekitar seratusan lebih lah, dan saya sudah sampaikan kepada beberapa pihak terkait tahun 2024 harus turun dengan jumlah kasus harus dibawah seratus," ujar Lusje kepada Bangkapos.com, Selasa (26/12/2023). 

Pemerintah Kota Pangkalpinang pun telah melakukan berbagai macam upaya untuk memperhatikan dan memberikan perawatan kepada anak-anak dengan stunting. 

perti pemberian bantuan makanan bergizi kepada anak stunting, bantuan makanan tambahan bergizi untuk yang berisiko stunting, dan juga peran dari dunia kesehatan untuk menangani hal ini. 

Diakui Lusje, penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. 

"Kita harap kesehatan masyarakat dan pendidikan sudah sesuai dengan aturan yang ada, dan saat ini untuk fasilitas kesehatan dan jaminan kesehatan sudah mulai baik dan bagus," pungkasnya.

Tidak hanya itu, masyarakat pun harus lebih peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar rumahnya, karena percuma saja diberikan perawatan namun kebersihan sekitar tidak diperhatikan, karena salah satu penyebab datangnya penyakit ialah dari lingkungan sekitar. 

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved