Berita Pangkalpinang

Konsumsi Rokok di Bangka Belitung Urutan Keempat se-Indonesia

BPS Babel mencatat, konsumsi rokok harian penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mencapai 16 batang.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Novita
KOMPAS.com / MEI LEANDHA
Ilustrasi rokok 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, konsumsi rokok di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan keempat konsumsi rokok terbanyak di Indonesia.

BPS Babel mencatat, konsumsi rokok harian penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat mencapai 16 batang.

Adapun untuk data konsumsi rokok tahun 2023, baru akan dirilis pada April 2024 mendatang.

"Data pengguna rokok 16 batang per hari adalah untuk usia 5 tahun ke atas. Kalau berdasarkan penghasilan, data tidak tersedia di BPS. Untuk data konsumsi rokok tahun 2023 baru dirilis per April 2024 mendatang," ungkap Kepala BPS Babel Toto Haryanto, Senin (8/1/2024).

Kata Toto, berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) konsumsi rokok per kapita per bulan pada Maret 2022, Rp122.986 dengan total pengeluaran konsumsi Rp1.654.281.

Konsumsi rokok sepanjang bulannya terus terjadi kenaikan. Dengan tingkat konsumsi untuk di perdesaan tercatat lebih tinggi dibandingkan konsumsi di perkotaan.

"Data konsumsi rokok memang per bulannya pada Maret 2022 lalu Rp122.986 ada peningkatan pada September 2022 Rp140.263. Dan data konsumsi rokok ini di perdesaan lebih tinggi dengan persentase kurang lebih 2 persen dibandingkan perkotaan," ucapnya.

Dia menuturkan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September 2022 sebesar Rp1.819.001 atau meningkat 9,96 persen dibandingkan kondisi Maret 2022 yang sebesar Rp 1.654.281.

Sementara itu tercatat, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk penduduk perkotaan sebesar Rp1.995.419 lebih tinggi 26,19 persen dibandingkan penduduk perdesaan yang sebesar Rp1.581.314.

Pengeluaran penduduk di perkotaan didominasi oleh pengeluaran bukan makanan, sedangkan pengeluaran penduduk perdesaan didominasi kelompok makanan.

"Pangsa pengeluaran untuk pangan penduduk perkotaan sebesar 47,85 persen, sedangkan penduduk perdesaan sebesar 54,57. Hal ini mengindikasikan tingkat kesejahteraan penduduk di perkotaan lebih tinggi dibandingkan penduduk perdesaan karena penduduk di perkotaan sudah mulai berfokus pada pemenuhan kebutuhan bukan makanan," ujarnya.

(Posbelitung.co/t3)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved