Berita Bangka Selatan

Program Aik Bakung 2024 Pemkab Bangka Selatan, Desa Jelutung II Dapat Rp922 Juta

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid memastikan akan merealisasikan sejumlah permintaan warga pada tahun 2024 ini.

Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid setelah melakukan audiensi dengan masyarakat Desa Jelutung II, Selasa (9/1/2024) malam. Dalam kegiatan tersebut dana sebesar Rp922 juta siap digelontorkan tahun ini. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA – Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid memastikan akan merealisasikan sejumlah permintaan warga pada tahun 2024 ini.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengklaim akan memenuhi semua permintaan masyarakat Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba.

Setelah Desa Jelutung II menjadi lokus program Aik Bakung atau akronim Ajak Bupati Kite Sambang Kampung episode ke-18 dan perdana pada tahun 2024.

Hal itu setelah pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp922 juta untuk pembangunan infrastruktur pendukung.

Terutama untuk peningkatan jalan produksi serta pembangunan siring dan berem.

Dana itu dibagi ke dalam dua perangkat daerah, yakni Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Tahun ini kita gelontorkan dana Rp922 juta untuk masyarakat Desa Jelutung II. Dibagi ke dalam dua dinas yang membidangi,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (10/1/2024).

Riza Herdavid memaparkan, anggaran sebesar Rp550 juta dialokasikan untuk DPPP untuk merealisasikan tiga program kegiatan. Yakni pertama, peningkatan jalan produksi di Dusun Air Petai sebesar Rp200 juta. Kedua, peningkatan jalan produksi Desa Jelutung II sebesar Rp200 juta dan peningkatan jalan produksi Dusun Kemuning Rp150 juta. Sementara untuk DPUPR dialokasikan sebanyak Rp372 juta.

Dana itu untuk pembangunan talud sebesar Rp182 juta dan pembangunan siring serta berem Rp190 juta. Jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu dana yang diguyurkan bagi masyarakat Desa Jelutung II mengalami penurunan sebesar Rp691 juta atau 57,16 persen. Sementara pada tahun lalu anggaran yang diberikan pemerintah mencapai Rp1,613 miliar yang dibagi ke empat perangkat daerah.

“Untuk tahun ini anggaran yang kita berikan untuk Desa Jelutung II itu merupakan sektor prioritas. Sehingga pembangunannya memang kita targetkan rampung pada tahun 2024 ini, mayoritas sektor pertanian,” papar Riza.

Di sisi lain sambung dia, pada tahun 2023 lalu pihaknya telah melakukan pengembangan terhadap beberapa program kegiatan. Yakni pembangunan talud dan normalisasi pemandian Air Bebek sebesar Rp190 juta. Pengadaan sumur bor di enam titik lokasi sebesar Rp195 juta dan pembangunan siring Rp195 juta. Lalu, peningkatan Siring dan beram Rp195 juta. Semua program itu dibebankan kepada DPUPR.

Sedangkan pada Sekretariat Daerah yakni pembangunan kanopi Musala Rp50 juta. Sementara pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yakni, pembangunan pagar SMP Negeri Jelutung II sebesar Rp388 juta. Pada DPPP yaitu pembangunan jalan produksi di dua titik Bukit Baner Rp400 juta. Dalam program Aik Bakung, pemerintah datang bukan untuk dilayani. Akan tetapi kebalikannya, pemerintah harus melayani masyarakat. Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dengan berdialog dan langsung menjawab apa yang menjadi keluh kesah masyarakat.

“Saya tegaskan kepada pegawai-pegawai, kalau kita bukan minta layani masyarakat tapi melayani mereka dengan sungguh-sungguh dan harus sesuai prosedur,” urainya.

Tak hanya memenuhi keinginan warga ujar Riza, dirinya turut memindahkan sejumlah pelayanan publik ke desa itu. Mulai dari pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan, pasar murah, pembayaran pajak kendaraan maupun bangunan, pembuatan sertifikat tanah, hingga perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia juga turut ‘ngantor’ di Desa Nangka selama dua hari berturut-turut. Terhitung sejak tanggal 9-10 Januari 2024.

Dipindahkan sejumlah pelayanan publik ke Desa Jelutung II untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik. Sekaligus membantu warga untuk menyelesaikan segala permasalahan, baik kependudukan maupun masalah administrasi lainnya. Pasalnya, untuk mendapatkan pelayanan administrasi jarak yang ditempuh cukup jauh. Program Aik Bakung terus digiatkan, karena untuk menjemput pelayanan ke desa-desa. Lantaran jika masyarakat harus ke kabupaten terlalu jauh, kemudian akses dan biaya menjadi kendala.

“Jadi kepada masyarakat Desa Jelutung II dan sekitarnya seluruhnya seluruh kantor yang ada di Pemerintahan kami bawa ke Desa Nangka, intinya berkantor di sini. Mari dimanfaatkan,” pungkas Riza. 

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved