Berita Belitung

Berburu Durian di Belitung Timur, Ada Durian Kupit Rasanya Manis dan Legit Menggigit

Jika berkunjung ke Belitung Timur saat musim hujan, anda tidak boleh melewatkan kesempatan untuk berburu durian

Tayang:
Penulis: Bryan Bimantoro |
Pos Belitung / Bryan
Menikmati durian di Kebun Kek Sri Gunong Renek, Kelubi, Manggar, Belitung Timur. ( 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Jika berkunjung ke Belitung Timur saat musim hujan, anda tidak boleh melewatkan kesempatan untuk berburu durian.

Durian asal Belitung Timur dikenal sebagai salah satu durian terbaik di kelasnya.

Posbelitung.co berkesempatan mendatangi sebuah kebun durian yang berlokasi di Desa Kelubi, Manggar, yaitu Kebun Kek Sri di Gunung Renek pada Sabtu (20/1/2024).

Di sana terdapat sampai 40 pohon durian yang buahnya bahkan muncul dari batangnya.

Menuju ke kebun ini memang butuh perjuangan. Jalanan tanah becek karena sebelumnya hujan turun hanya bisa muat untuk satu mobil. Dari jalan besar ke tempat ini berjarak sekitar tiga kilometer.

Meski begitu, di sepanjang jalan anda akan melihat berbagai jenis pohon buah serta merasakan udara segar alami tanpa polusi.

Jika naik mobil, anda harus berhenti di sebuah halaman dan melanjutkan perjalanan jalan kaki sekitar 100 meter. Dalam perjalanan ini anda akan melihat seluas mata memandang pohon durian dengan banyak buahnya. Di titik ini, anda akan menghirup udara yang sudah bercampur dengan aroma durian.

Saat sampai di lokasi Kebun Kek Sri, anda akan banyak melihat durian yang jatuh langsung dari pohonnya ke tanah. Di sana juga disediakan tempat untuk makan durian dengan minumannya.

Bagi penikmat durian, lokasi ini bagai surga yang akan menghipnotis anda untuk tidak berhenti makan buah tropis ini. Melihat puluhan pohon durian yang menjulang tinggi dengan buah yang masih menempel di batangnya sambil makan durian merupakan kenikmatan tersendiri.

Salah satu penikmat durian, Amirudin bilang dia sangat senang bisa menikmati durian langsung dari kebunnya. Karena itu dia mengajak teman-temannya untuk menikmati durian asli Belitung Timur di tempat ini.

Menurutnya rasa durian di tempat ini sangat enak. Di lokasi ini ada empat jenis durian yang disuguhkan, yaitu kupit (tai babi), tembaga, jantung, dan susu. Namun, yang paling dia suka adalah durian kupit.

"Karena durian kupit di sini isinya tebal-tebal tanpa biji. Rasanya manis legit. Teksturnya juga sangat enak, serasa meleleh di mulut dengan sensasi serat-seratnya," kata Amirudin.

Di kebun itu, Amirudin menghabiskan sekitar 10 buah durian dengan berbagai jenisnya. Dia bilang meskipun buah durian kupit di sini ukurannya cenderung kecil, tapi isi buahnya tebal dan tidak mengecewakan.

Amirudin juga terlihat sudah memilih-milih buah durian kupit dan tembaga untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk anak dan istrinya.

"Sudah puas makan di kebun, sekarang mau bawa pulang buat anak dan istri. Saya sudah siapkan wadah tupperware supaya tidak susah bawanya," kata Amirudin.

Penikmat durian lainnya, Haryoso bilang baru pertama kali mengunjungi kebun durian ini. Dia bersyukur bisa berkunjung ke kebun durian ini karena buah berduri ini adalah buah favoritnya.

Menurutnya, buah durian di sini memiliki perbedaan dengan durian lainnya yaitu pada rasanya. Durian di Belitung Timur ini punya citarasa manis tapi aftertastenya pahit sehingga memunculkan rasa unik.

"Saya tidak bisa berhenti makan durian. Sudah habis sekitar 15 buah bareng teman-teman. Saya akan balik ke sini lagi besok-besok," kata Haryoso.

Pemilik kebun, Eni Hindrayati bilang di kebunnya ini punya sekitar 40 lebih pohon durian. Kebun ini awalnya dikelola oleh ayahnya, Kek Sri. Namun karena sekarang sudah sakit-sakitan jadi anak-anaknya yang mengurus.

Eni bilang kebun ini sudah ada sejak 1994. Meski begitu, awalnya kebun ini bukan kebun durian, melainkan lada. Kemudian baru 10 tahun terakhir ayahnya menanami kebun itu dengan pohon durian.

"Durian di sini dari biji langsung bukan hasil cangkokan. Jadi murni rasanya asli dari biji," kata Eni.

Dia bilang musim buah durian sudah dimulai sejak November 2023 lalu. Saat mulai musim, ratusan durian runtuh ke tanah setiap harinya. Namun kini dia bilang sudah memasuki masa penghujung musim durian. Dia memperkirakan musim durian usai pada pekan kedua Februari 2024.

Eni bilang musim panen kali ini merupakan yang pertama sejak dua tahun terakhir. Hal itu disebabkan karena cuaca yang memengaruhi musim panen buah ini. Dari musim panen kali ini, Eni bersyukur bisa menghasilkan keuntungan hingga belasan juta rupiah.

"Kami menjual durian ini satu tumpuk isi 8-10 buah Rp100 ribu. Alhamdulillaah sampai sekarang sudah dapat lebih dari Rp19 juta," kata Eni didampingi suaminya, Muhammad Firdaus.

Firdaus bilang hampir tidak pernah menjual duriannya keluar dari kebun. Kebanyakan orang-orang yang datang menikmati duriannya langsung di kebun. Karena itu, dia bersyukur orang-orang sudah percaya dengan durian hasil kebunnya. Bahkan dua tahun lalu, Bupati Belitung Timur, Burhanudin juga mencicipi durian di kebunnya ini.

"Bagi yang mau ke sini, tanya saja sama orang Kebun Kek Sri Gunung Renek. Isnyaallaah semua orang tau dan bisa menunjukkan jalannya," kata Firdaus. 

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved