Berita Bangka Barat

Pembangunan Kolam Retensi Rp3,8 Miliar Dilanjutkan, Marudur: Perlu Penanganan Serius

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bakal kembali melanjutkan pembangunan kolam retensi yang telah dibangun sejak tahun 2021.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
Bangkapos/Riki Pratama
Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih. 

MENTOK, POSBELITUNG.CO - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bakal kembali melanjutkan pembangunan kolam retensi yang telah dibangun sejak tahun 2021. Kegiatan awal, pembangunan kolam retensi itu menelan dana APBD Babel Rp12 miliar sempat terhenti atau mangkrak.

Kemudian bakal kembali dilanjutkan pada 2024 ini dengan anggaran Rp3,8 miliar dari APBD Pemprov Babel. Tujuan pembangunan kolam, untuk dapat mengatasi persoalan banjir yang kembali terjadi di kawasan Kampung Ulu, Kampung Culong, Pasar Mentok, dan sekitarnya di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Ketua DPRD Bangka Barat, Marudur Saragih mengatakan, persoalan banjir harus diselesaikan dengan serius, dan keberadaan kolam retensi harus dapat menyelesaikan persoalan banjir nantinya. "Terkait banjir ini memang terjadi hampir di semua wilayah di Kabupaten Bangka Barat, saya rasa perlu penanganan serius. Pembangunan kolam retensi itu perlu dilaksanakan dan harus segera untuk mencegah banjir, tidak terjadi lagi," kata Marudur, Senin (22/1).

Terkait, pembangunan kolam retensi yang menelan dana APBD Pemprov hingga miliaran rupiah, dan sempat terhenti atau mangkrak, Marudur meminta, kolam dapat berfungsi dengan baik nantinya. Terutama mengatasi banjir di Bangka Barat.

"Memang belum selesai, harapan kita, Pemprov Babel supaya dilanjutkan, jadi apabila selesai nanti menjadi tanggung jawab kita di kabupaten. Pembangunan itu tentu harus sesuai perencanaan dan pelaksanaannya," jelasnya.

Ia mengatakan, sejumalh wilayah di Bangka Barat, memiliki daerah rawan bencana, dan seharusnya sudah dapat diprediksi dengan curah hujan yang tinggi saat ini. "Sehingga kita harus dapat menyelesaikan proyek kolam retensi itu. Harapan nanti mari kita kerja sama sinergi, antara kabupaten, provinsi. Untuk mengatasi banjir, mana menjadi bagian kabupaten dan provinsi, kita satu per satu mengatasinya," ujarnya.

Selain itu, dia meminta pembangunan kolam retensi ini tidak hanya dibangun di Kecamatan Mentok, tetapi ada di kecamatan lain. Seperti Parittiga yang perlu dibangun kolam retensi, karena sering terjadi banjir.

"Sampai hari ini tidak ada pihak pemda menyampaikan secara langsung pengusulan anggaran untuk mengatasi banjir ini. Kita perlu ada pola, melihat daerah mana saja yang, masih terjadi banjir, tidak hanya Mentok saja, Parittiga juga banjir, jadi perlu kajian menyeluruh," tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah membuat tim tanggap bencana lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tim itu, terdiri dari BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas PUPR, Disperkimhub dan dinas terkait lainnya.

"Kita membentuk tim tanggap bencana, untuk mengatasi apabila terjadi banjir, jadi nanti, pada satu titik, tim bergerak dari beberapa unsur OPD," kata Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, Minggu (21/1).

Tim lintas OPD yang telah dibentuk, dikatakan Bong Ming Ming, bakal bergerak, ketika terjadi bencana, dengan melakukan reaksi cepat. "Mereka membantu yang terdampak banjir dan sebagainnya. Dalam waktu dekat kita mengajak provinsi untuk rapat bersama. Melakukan pemetaan titik banjir dan mengatasi persoalan banjir secara utuh," ujarnya.

Menurutnya, perlu adanya perpaduan kebijakan dalam hal mengatasi banjir oleh Pemkab Babar dan Pemprov Babel. "Nanti kalau sudah kumpul dari Balai Wilayah Sungai, provinsi, kita melakukan pemetaan, wilayah mana saja, di kabupaten yang perlu didukung anggarannya. Jadi kita betul-betul tersistem dalam penyelesaikan persoalan banjir secara utuh," harapnya.

Ia menegaskan, persoalan banjir tidak hanya dapat dilakukan dengan pengerukan, tetapi perlu pembangunan lain untuk mengatasi soal banjir. "Tidak hanya pengerukan, itu sementara, apa yang harus kita bangun, perlu intervensi menyelesaikan banjir tidak menyedot dana besar. Seperti di Mentok, BWS melakukan pengerukan, Pemda pembebasan lahannya," ujarnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved