Berita Bangka Selatan

Bupati Basel Ngantor 2 Hari ke Desa Nyelanding

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan dipindahkan sejumlah pelayanan publik ke Desa Nyelanding

Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid didampingi Wakil Bupati, Debby Vita Dewi saat meninjau pelayanan publik di Desa Nyelanding, Rabu (7/2/2024). Kunjungannya di desa itu guna melaksanakan program Aik Bakung edisi ke-20. Total anggaran miliaran rupiah digelontorkan untuk desa itu. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA – Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan dipindahkan sejumlah pelayanan publik ke Desa Nyelanding ini untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung kembali memindahkan sejumlah pelayanan publik ke desa-desa.

Kali ini seluruh pelayanan administrasi yang ada di Toboali, dipindahkan ke Desa Nyelanding, Kecamatan Airgegas.

Tak hanya dipindahkan, sejumlah pejabat juga turut ngantor di desa itu lewat program Ajak Bupati Kite Sambang Kampung (Aik Bakung).

Sekaligus membantu warga untuk menyelesaikan segala permasalahan, baik kependudukan maupun masalah administrasi lainnya. Pasalnya, untuk mendapatkan pelayanan administrasi ke ibukota kabupaten jarak yang ditempuh cukup jauh.

“Kenapa Aik Bakung terus kami giatkan, karena untuk menjemput pelayanan ke desa-desa. Karena kalau mereka harus ke kabupaten terlalu jauh, kemudian akses kemudian biaya. Makanya kami memutuskan berkantor selama dua hari ini,” kata Riza kepada Bangkapos.com, Rabu (7/2/2024).

Menurut Riza, program Aik Bakung membuat pemerintah lebih dekat dengan masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan-pelayanan yang diberikan pemerintah ke desa. Bahkan pihaknya memastikan pelayanan itu dapat selesai dalam satu hari. Lebih dari itu, melalui program ini diharapkan banyak masukan dan aspirasi yang langsung disampaikan kepada dirinya.

Terutama terkait pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, serta infrastruktur yang sering dimanfaatkan masyarakat. Mengingat, untuk mengurus administrasi masyarakat harus datang ke Toboali. Namun dengan program ini masyarakat cukup datang ke desa yang menjadi lokus kegiatan, di mana sejauh ini sudah 20 desa.

“Jadi selama ini masyarakat kalau mau mengurus apa-apa harus ke Toboali, dengan adanya program ini mereka bisa datang. Semua pelayanan kami bawah ke desa demi melayani masyarakat,” papar Riza.

Di sisi lain sambung dia, pelayanan yang diberikan ke desa-desa yakni mulai dari pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan, pasar murah, pembayaran pajak kendaraan maupun bangunan, pembuatan sertifikat tanah, hingga perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Program Aik Bakung, pemerintah datang bukan untuk dilayani. Akan tetapi kebalikannya, pemerintah harus melayani masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat dengan berdialog dan langsung menjawab apa yang menjadi keluh kesah masyarakat.

Bahkan anggaran sebesar Rp9.839.446.736 untuk pengembangan infrastruktur jalan, jembatan kecil dan peningkatan sektor pariwisata di Desa Nyelanding. Banyak kegiatan dilakukan dalam program ini, mulai olahraga bersama hingga diskusi mengenai kendala dan harapan masyarakat ke depan.

“Saya tegaskan kepada pegawai-pegawai, kalau kita bukan minta layani masyarakat tapi melayani mereka dengan sungguh-sungguh dan harus sesuai prosedur,” ucapnya.

Kendati demikian kata Riza, program Aik Bakung akan dilaksanakan di desa-desa yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. Dengan sistem giliran dan sesuai dengan jadwal ditentukan. Pihaknya akan terus memberikan pelayanan hingga menyentuh langsung kepada masyarakat melalui berbagai program

“Insya Allah kita terus berusaha dan berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita turun langsung ke Desa-desa tujuannya mendengar aspirasi dan keluh kesah masyarakat,” pungkas Riza.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved