Berita Pangkalpinang

Pencegahan Banjir di Bangka Belitung Butuh Sosialisasi

pemerintah hingga saat ini terus mencoba melakukan normalisasi maupun perluasan kolong sebagai upaya mengelola tata ruang yang lebih baik

Tayang:
Penulis: Suhendri CC |
Bangka Pos/Gogo Prayoga
DIALOG RUANG TENGAH - Bangka Pos menyelenggarakan Dialog Ruang Tengah bertema "Tata Kelola Penanganan Banjir di Babel" di Ruang Podcast, kantor Bangka Pos, Selasa (6/2/2024). Dialog ini menghadirkan enam narasumber. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung, Rudy Susilo, menyatakan pentingnya kabupaten maupun kota ke depan melakukan sosialisasi dan praktik nyata untuk mencegah kembali terjadinya bencana banjir di Babel.

Hal itu disampaikan Rudy dalam Dialog Ruang Tengah bertema "Tata Kelola Penanganan Banjir di Babel" di Ruang Podcast, kantor Bangka Pos, Selasa (6/2/2024). "Jadi penting untuk disosialisasikan bahwa dalam membangun jangan semua dibetonkan,” katanya.

“Membuat ruko atau lainnya boleh, tetapi jangan lupa untuk membuat ruang pori air sebagai resapan agar air tidak menggenang dan tidak terjadi banjir. Itu yang sangat perlu kita perhatikan," lanjut Rudy.

Ia juga menyebutkan, pemerintah hingga saat ini terus mencoba melakukan normalisasi maupun perluasan kolong sebagai upaya mengelola tata ruang yang lebih baik di Kota Pangkalpinang.

Salah satunya di wilayah Pedindang. Namun, hal tersebut sejauh ini belum terlaksana dengan baik karena persoalan perluasan lahan yang belum selesai.

"Proyeknya (Pedindang) di tahap pertama sebenarnya sudah selesai, dari air hulunya (dari Bangka Tengah) ke hilir (Pedindang) tertampung di situ. Namun di tahap kedua masih terkendala dengan pembebasan lahan di Bangka Tengah," ujar Rudy.

Selain Rudy Susilo, Dialog Ruang Tengah tersebut juga dihadiri lima narasumber lain, yakni Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pangkalpinang RM Ikmanto, Anggota DPRD Provinsi Babel Aksan Visyawan, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Babel Mikron Antariksa, Dosen Universitas Bangka Belitung Hadi Fitriansyah, serta Prakirawan dan Analis Cuaca Akhmad Fadholi.

Mikron Antariksa mengatakan, banjir yang melanda wilayah Babel kerap dipengaruhi pasang surut air laut. Sebab, wilayah tersebut berada di pesisir pantai. “Apalagi kalau curah hujan tinggi, daerah-daerah serapan air tersebut sudah beralih fungsi,” kata Mikron.

Sementara itu, RM Ikmanto menyebutkan, faktor perilaku manusia tidak kalah penting dalam upaya mengatasi banjir di Babel, khususnya Pangkalpinang.

"Kenapa sampah jadi isu yang juga penting bagi masyarakat? Karena ketika pada waktu kami melakukan normalisasi di beberapa saluran, misalnya di kawasan Rejosari, ketika kami keruk mohon maaf isinya kasur, kursi, baju, hingga ban. Jelas ini tentunya mengurangi volume tampungan pada saluran air," tuturnya.

Akhmad Fadholi mengatakan, dalam upaya menanggulangi dan menghadapi berbagai kondisi alam, BMKG selalu memberikan update terbaru mengenai kondisi cuaca.

"Kita juga membuat grup yang diisi oleh berbagai pihak terkait untuk selalu menginformasikan kondisi cuaca baik prakiraan cuaca maupun peringatan dini cuaca," katanya.

Penegakan Hukum

Hadi Fitriansyah menyinggung pentingnya selalu melakukan penyusunan atau pedoman dalam mengelola tata ruang sebelum membangun sesuatu di kota. "Jadi ruang itu (kota) memiliki daya dukung dan tampung sendiri,” kata Hadi.

“Tidak salah pertumbuhan penduduk itu selalu meningkat, tetapi pedomannya harus dipercepat melalui tata kelola integrasi RTRW, provinsi dengan RZWP. Apalagi dalam tata kelola penggunaan lahan, harus kita atur dan kelola dengan baik," ujarnya.

Adapun Aksan Visyawan menyebutkan, penegakan hukum sebenarnya menjadi akar utama dalam menjalankan proses tata kelola ruang yang baik di Babel, khususnya Pangkalpinang.

“Tambang ilegal aturannya kan ada, cuma penegakan hingga sampai sekarang tampaknya masih belum optimal. Ini yang sebenarnya jadi akar permasalahan," kata Aksan. (x1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved