Berita Bangka Barat
Warga Desa Penyampak Bangka Barat Gelar Sedekah Ruah Dodol Bergema
Masyarakat Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, menggelar Sedekah Ruah Dodol Bergema
Penulis: Riki Pratama |
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Masyarakat Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, menggelar Sedekah Ruah Dodol Bergema, pada Rabu (21/2/2024) di Lapangan Bola PS POP Desa Penyampak.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali, mengatakan, pembuatan dodol masal bertujuan untuk melestarikan adat budaya dan tradisi daerah setempat.
"Serta memperkenalkan kepada generasi muda, persaudaraan dan mempererat tali silaturahmi antar masyarakat Desa Penyampak pada khususnya dan masyarakat luar pada umumnya," kata Ali kepada Bangkapos.com, Rabu (21/2/2024).
Menurutnya, kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan Pemerintahan Kabupaten Bangka Barat, yang dipantau serta difasilitasi selama koordinasi dari panitia pelaksana dan pemerintah tetap berjalan.
"Karena kegiatan ini dapat menjadikan salah satu wisata budaya di Kabupaten Bangka Barat," katanya.
Dikatakannya, Desa Penyampak merupakan satu di antara, Desa di Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki budaya daerah unik.
"Karena dengan memanfaatkan kuliner khas yang menjadi ciri daerahnya. Desa Penyampak terkenal dengan dodolnya yang khas. kegiatan adat dodol bergema ini dilakukan setiap tahun oleh masyarakat desa," ujarnya.
Diharapkan Ali, kegiatan yang dilaksanakan ini dapat mempererat dan menyatukan masyarakat Desa Penyampak untuk bergerak bersama-sama. Untuk lebih baik dan lebih maju sesuai perkembangan zaman dengan tidak melupakan adat dan budaya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
| Warga Dusun di Air Ibul Bangka Barat Terpaksa Panjat Pohon Belasan Meter Baru Bisa Dapat Sinyal HP |
|
|---|
| Ibu-ibu PNS di Babar Diduga Panik Sandalnya Nyangkut di Pedal Gas Innova, Mobil Pun Liar, 1 Tewas |
|
|---|
| Apes Nasib Sopir Truk Bawa 10 Ton Pupuk Subsidi, Dijanji Upah Rp9 Juta Malah Jadi Tersangka di Babar |
|
|---|
| Pemudik Antre Berjam-jam Untuk Bisa Masuk Feri di Tanjungkalian |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik di Tanjungkalian Mentok, Tunggu Hingga 12 Jam, Pemudik Gelar Tikar Menunggu Kapal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/2102-dodol-desa-penyampak.jpg)