Doa

Bacaan Doa dan Zikir Supaya Terhindar Gangguan Jin dan Setan

Zikir yang dianjurkan agar terhindar dari gangguan makhluk, termasuk gangguan jin dan setan.

Tayang:
Editor: Alza
wallpaperdp / ISLAMPOS
Ilustrasi berdoa 

POSBELITUNG.CO - Beberapa ciri orang diganggu jin yakni malas beribadah, cemas, sering gelisah.

Ada juga mengalami sakit yang tak biasa, sehingga dianjurkan banyak berdoa agar terlepas dari pengaruh negatif tersebut.

Zikir yang dianjurkan agar terhindar dari gangguan makhluk, termasuk gangguan jin dan setan.

Zikir

 أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ

Latin: A'uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

atau

 أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: A’udzubillahis sami il ‘alim minasysyaithonirrojim.

"Aku berlindung pada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan Syethan yang terkutuk."

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Barang siapa ketika pagi membaca, A’udzubillahis sami il ‘alim minasysyaithonirrojim, sebanyak tiga kali dan membaca tiga ayat terakhir dari surah Al Hasyr,

maka Allah akan mewakilkan kepada tujuh puluh ribu malaikat yang bershalawat untuknya hingga ia memasuki sore hari.

Jika ia meninggal pada hari itu, maka ia meninggal sebagai syahid.

Dan barang siapa membacanya ketika sore hari, maka ia juga mendapat kedudukan seperti itu." (HR. Ahmad).

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A’udzu bikalimatillahi taammati min syarri maa khalaq.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa-apa yang Dia ciptakan.”

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdoa: A’udzu bikalimatillahi taammati min syarri maa khalaq,

niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu." (HR. Muslim).

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.”

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba setiap pagi dan sore membaca ‘Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim’ kecuali tidak ada sesuatu yang membahayakannya.” (HR. Abu Daud & At-Tirmidzi).

Ayat Kursi

الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allahu laa ilaaha ila huwal hayyul qayyumu. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi. Man dzal ladzii yasfa’u ‘indahu illa bi idznihi.

Ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai’in min ‘ilmihii illaa bi maasyaa-a. Wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal’ardha. Wa laa ya’udhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul azhiim.

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur.

Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki.

Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al Baqarah: 255).

Abdullah bin Ubay bin Ka’ab menceritakan kisah ayahnya, satu ketika ayahnya memberitahukan bahwa dia mempunyai sekantong kurma.

Namun ternyata kurma dalam kantung itu jumlahnya berkurang.

Kemudian Ubay mencari cara agar kurma dalam kantungnya tetap utuh, maka dia menjaga sekantung kurma itu semalaman.

Kemudian, Ubay bertemu dengan hewan yang tingginya sebesar anak beranjak baligh.

Ubay memberikan salam dan hewan tersebut menjawabnya.

"Saya bertanya siapakah anda? Jin atau manusia." Dia menjawab, “Jin."

Dia berkata, ‘Maka saya katakan kepadanya, tolong tanganmu saya pegang."

Kemudian tangannya memegangku ternyata tangan anjing dan rambut anjing.

Saya bertanya, “Apakah ini bentuk penciptaan jin?"

Dia menjawab, “Anda telah mengetahui jin dan apa yang ada di dalamnya.

Juga ada yang lebih mengerikan dari ini." Saya bertanya, “Apa yang mendorongmu melakukan ini?"

Dia menjawab, “Telah sampai kepadaku bahwa Anda termasuk orang yang senang bersedekah.

Maka saya ingin mendapatkan bagian makanan Anda."

Ubay kemudian bertanya kembali kepada jin tersebut. “Apa yang dapat melindungi kami dari kamu?" Dia menjawab, “Ayat kursi ini."

Kemudian keesokan harinya beliau mendatangi Nabi dan memberitahukan (kisahnya), maka Nabi bersabda, "Jin yang jahat itu benar."

Abu Dzar berkata, dia mendatangi Rasululllah dan bertanya “Wahai Rasulullah, (ayat) apakah yang paling agung yang diturunkan kepada anda?" Beliau menjawab, “Ayat kursi ‘Allahu lailaha illa huwal hayyul Qayyum." (HR. An-Nasai).

Semua zikir dan doa tersebut termasuk dalam bacaan zikir pagi dan petang.

Seperti yang kita tahu bahwa dengan membaca dzikir pagi dan petang dapat menjadi tameng perlindungan dari segala macam mara bahaya, termasuk pula gangguan jin.

(Posbelitung.co)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved