Berita Bangka Barat
Bangka Barat Waspada Penyakit LSD pada Hewan Ternak, di Tahun 2024 Sudah Terdapat 46 Kasus
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat mencatat sudah ada 46 kasus penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) di tahun 2024 ini.
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat mencatat sudah ada 46 kasus penyakit LSD (Lumpy Skin Disease) atau dikenal dengan sebutan lato-lato di tahun 2024 ini.
Padahal di tahun 2023, hanya ada tiga kasus penyakit yang menyerang hewan ternak sapi ini.
Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat, Agung Ari Wibowo mengatakan, penyakit LSD terjadi pada hewan ternak sapi dan kerbau.
"Penyakit ini tidak menular ke manusia, jadi hanya menular, atau terjadi pada hewan saja. Hewannya sapi atau kerbau. Jadi kalau untuk kambing dan domba sejauh ini kami belum menemukan kasus," kata Agung, Senin (11/3/2024).
Ia menambahkan, pada 2024 jumlah kasus yang didata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sebanyak 46 kasus, terdapat di Bangka Barat.
"Penyakit LSD, memiliki ciri kulit berbenjol, atau masyarakat menyebutnya Lato-lato. Ini sejak tahun 2023 di Bangka Barat sudah ada terjadi kasus baru sebanyak tiga kasus dan di tahun 2024 berdasarkan data kami ada 46 ekor," jelasnya.
Ia menjelaskan, kejadian atau penyebaran kasus LSD, dapat dikatakan sama seperti kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat terjadi dan diwaspadai.
"Meskipun tidak terjadi penularan ke manusia, kerugian terhadap ekonomi ke peternak apalagi mendekati momen Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Jadi perlu dipahami peternak harus mengenali ciri-cirinya," katanya.
Penyakit LSD atau penyakit lato-lato, penyakit pada sapi dan kerbau yang disebabkan oleh infeksi virus LSD. Gejala yang timbul sangat bervariasi dari ringan sampai berat.
"Terjadi pada sapi dan kerbau, seperti penurunan nafsu makan, demam tinggi, suhu di atas 40,5 derajat, terjadi luka di kaki sehingga kaki lemah dan beberapa kasus bisa ambruk," kata Agung.
Ia menambahkan, gejala umum penyakit LSD diawali dengan demam dan kadang diikuti dengan keluarnya ingus maupun leleran dari konjungtiva mata. Sedangkan, gejala yang menciri adalah dengan munculnya nodul-nodul pada kulit.
Nodul atau bintil-bintil, tampak menonjol dengan diameter 2-5 cm, tersebar di daerah leher, punggung, perineum, ekor, hingga tungkai. "Ada muncul benjolan kecil, diameter 5 cm dan sekitar leher kepala, kemudian ekor, ketika tidak ditangani akan menyebar ke seluruh tubuh, apalagi sudah akut ia akan pecah isinya cairan," jelasnya.
Setelah pecah, kulit sapi atau kerbau menyisakan kerompeng, dan membekas pada kulit. Sehingga menurunkan penampilan ternak dan dapat menurunkan harga sapi. "Untuk kasus kematian sampai hari ini tidak ada laporan. Kita juga selalu respon dan tangani, agar bisa sembuh, melalui obat obatan dan pola pemeliharaan ternak yang baik, peternak juga dapat mewaspadai, dengan cara menjaga kebersihan kandang," harapnya.
Ia menjelaskan, virus LSD ditularkan oleh hewan serangga, atau nyamuk, lalat, melalui gigitan ditularkan ke hewan ternak. "Penyebabnya karena virus, pada kasus tertentu bisa menyebakan kematian, kesakitan bisa di angka 50 persen. Kalau dagingnya untuk dikonsumsi aman selama dimasak dengan benar," katanya.
Hanya saja, dikatakan Agung kerugian akan terjadi pada peternak. Karena pembeli tidak ingin sapi dalam kondisi sakit, dan mempengaruhi penampilan hewan.
"Kita dari dinas selalu responsif apabila ada masyarakat dan peternak melaporkan, apapun laporan itu, kita tangani, untuk kita data dan tangani," ujarnya.
(Posbelitung.co/riu)
| Kapal Pecah di Tengah Laut, 3 Nelayan Jebus Bangka Barat Selamat Berkat Cahaya Senter |
|
|---|
| Bupati Markus Sebut Tak Perlu Pencitraan, Fokus Ajukan Anggaran Besar untuk Atasi Banjir |
|
|---|
| Pemuda Ditusuk Ayah Tiri di Tempilang Bangka Barat, Alami Luka Sedalam 6 Cm, Pelaku Diburu Polisi |
|
|---|
| Bangka Barat Target Pelabuhan Tanjung Ular Segera Aktif, Tinggal Tunggu Proses Kementerian Terkait |
|
|---|
| Pemkab Bangka Barat Siagakan 5 Dokter di Setiap Pukesmas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240311-Gejala-Penyakit-Lato-lato-Serang-Hewan-Ternak.jpg)