Berita Belitung

Alur Sungai Cerucuk Belitung Makin Sempit, Tim Percepat Realisasi Normalisasi DAS

Sungai Cerucuk memiliki peranan penting bagi perekonomian di Belitung. Sungai ini adi area lalu lintas kapal nelayan, logistik, penumpang, juga BBM.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Rapat upaya solusi pendangkalan Sungai Cerucuk di Ruang Rapat Bupati Belitung, Rabu (20/3/2024). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sungai Cerucuk memiliki peranan penting bagi perekonomian di Belitung.

Area sungai ini menjadi area lalu lintas kapal nelayan, logistik, penumpang, bahkan bahan bakar yang keluar-masuk Belitung.

Namun kini, pendangkalan dan sedimentasi di aliran Sungai Cerucuk terus terjadi, hingga rentan menjadi kendala kapal yang melintas.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berimbas kepada banyak aktivitas, bahkan bisa menyebabkan ekonomi daerah lumpuh jika penyempitan dan pendangkalan terus terjadi.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan Arif Usman mengatakan, kondisi pendangkalan dan sedimentasi bisa berdampak pada aktivitas nelayan yang bersandar di dermaga tersebut.

"Jangan sampai nelayan tidak bisa beraktivitas atau bekerja, baik ikan datang atau ikan keluar. Jangan sampai terjadi gejolak karena ekonomi di sini 20 persen dari sektor perikanan," katanya, usai rapat koordinasi upaya solusi pendangkalan sungai di Ruang Rapat Bupati Belitung, Rabu (20//20243).

Saat ini, lanjut Arif, adanya sedimentasi tersebut menyebabkan sempitnya area PPN padahal jumlah kapal semakin crowded (padat). Idealnya jumlah kapal yang bersandar di kolam PPN Tanjungpandan sekitar 200 kapal, namun saat ini jumlahnya mencapai 350 kapal.

Bukan hanya PPN Tanjungpandan, imbas pendangkalan terutama bisa memengaruhi arus masuk bahan bakar minyak (BBM) dimana di hulu sungai juga menjadi tempat sandar kapal Pertamina.

Sehingga kalau pendangkalan dan penyempitan alur terus terjadi, ekonomi daerah bisa lumpuh.

"Tadi rapat kami upayakan bekerja sama dengan pemda dan instansi di kanan-kiri pelabuhan saling bersinergi dan menyuarakan. Alhamdulillah yang saya suarakan bersambut baik dengan pemda, tinggal koordinasi ke provinsi," tambahnya.

Di samping itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri mengatakan Sungai Cerucuk memiliki peranan penting dalam sektor ekonomi.

Lantaran aliran sungai tersebut menjadi keluar-masuk kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu ada pelabuhan perikanan, bahkan Pelindo yang menjadi tempat bongkar muat logistik dan memiliki dermaga penumpang.

"Dengan demikian sungai ini sangat vital, di sana ada masalah kondisi sekarang kapal susah bergerak. Kebanyakan kapal terutama yang besar masuk hanya saat pasang, ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut agar kapal masuk normal dan aktivitas dapat berlangsung lancar," tuturnya.

Diketahui bahwa, aliran Sungai Cerucuk memang menjadi tempat lalu lalang kapal. Dari hulu ke hilir sungai terdapat dermaga bongkar muat bahan bakar milik Pertamina, lalu dermaga nelayan Baro, Polair dan Dinas Perikanan. Lalu ada PPN, Pasar Ikan Tanjungpandan, KSOP dan Pelindo untuk muatan barang dan orang, Pos TNI Angkatan Laut dan Pantai Wisata Tanjung Pendam.

Bentuk Tim Terpadu Normalisasi

Pemerintah Kabupaten Belitung membentuk tim terpadu untuk mengupayakan normalisasi Sungai Cerucuk yang mengalami pendangkalan dan sedimentasi.

Tim tersebut di antaranya terdiri dari Bappeda Belitung, dinas perikanan, dinas PUPR serta pemangku kepentingan seperti pelabuhan perikanan nusantara (PPN), Pertamina, Pelindo dan KSOP.

Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya mengatakan, adanya tim tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi normalisasi daerah aliran sungai (DAS) Cerucuk.

"Permasalahan pendangkalan ini memang sudah terjadi bertahun-tahun, padahal sungai ini memiliki peran vital dalam perekonomian masyarakat," katanya saat memimpin rapat koordinasi solusi pendangkalan Sungai Cerucuk, di Ruang Rapat Pemkab Belitung, Rabu (20/3).

Dari rapat tersebut, pihaknya telah menyusun rencana jadwal percepatan normalisasi Sungai Cerucuk. Diantaranya melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, serta pihak terkait rencana pengerukan aliran sungai tersebut.

Ia berharap rencana normalisasi Sungai Cerucuk dapat segera terealisasi mengingat sedimentasi dan pendangkalan sungai yang terus terjadi. (del/posbelitung.co)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved