Kabar Belitung

Warga Binaan Lapas Tanjungpandan Tanam Sawi di Kawasan Penjara

Pembinaan kemandirian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan Kanwil Kemenkumham Babel kembali menunjukkan hasil positif.

Penulis: Rusaidah | Editor: Alza
Istimewa/Dok. Lapas Kelas IIB Tanjungpandan
Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Gowim Mahali memanen sayuran jenis sawi hasil inovasi program pembinaan, Jumat (5/4). 

POSBELITUNG.CO - Pembinaan kemandirian warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan Kanwil Kemenkumham Babel kembali menunjukkan hasil positif di bidang pertanian.

Kalapas Kelas IIB Gowin Mahali beserta pejabat struktural dan Kelompok Tani Pembinaan Kemandirian Hidroponik Lapas Tanjungpandan memanen sayuran jenis sawi hasil inovasi program pembinaan, Jumat (5/4/2024).

Menurutnya, panen yang dilakukan bersama warga binaan itu juga menjadi tanda keberhasilan pengelolaan pertanian hidroponik yang sebelumnya mendapatkan pelatihan bekerja sama dengan BLK Belitung.

"Pembinaan tanaman hidroponik ini akan terus kami lanjutkan dan kembangkan tidak hanya satu jenis sayuran saja tetapi akan ada jenis-jenis sayuran hidropnik lainnya sehingga lebih variatif," kata Gowim melalui siaran rilis Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.

Melihat hasil panen, Kalapas optimistis program ini dapat terus berlanjut dan produktif lebih maksimal sehingga kedepan, hasil panen selain dibeli oleh petugas, juga dapat dipasarkan kepada masyarakat di luar lapas.

Dirinya menegaskan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan terus berupaya untuk meningkatkan pembinaan bagi WBP guna terciptanya sumber daya manusia unggul dan produktif.

"Semoga semua kegiatan pembinaan Lapas Tanjungpandan dapat terus berjalan dengan baik guna memberikan dukungan kepada WBP untuk terus berkarya dan semakin produktif," harapnya.

Sementara itu Kasubsi Kegiatan Kerja Riski menjelaskan Budidaya hidroponik ini merupakan salah satu sarana bagi para WBP untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui program asimilasi luar tembok lapas.

Kegiatan yang dilaksanakan di Area Perkebunan Lapas ini juga menjadi salah satu unsur penilaian bagi warga binaan pada Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN).

Riski menambahkan panen perdana hidroponik ini menghasilkan sekitar 30 kg sawi jenis pakcoy. Hasil panen tanaman hidroponik tersebut selanjutnya dibersihkan, kemudian dikemas dan dibeli oleh petugas.

"Hasil penjualan panen ini kami serahkan kembali kepada Kelompok Tani Pembinaan Kemandirian Hidroponik yang dikoordinir oleh Staf Subsi Giatja Anam Nur Wicaksono agar kegiatan ini tetap terus berlanjut dan lebih dimaksimalkan," kata Riski. (*/dol/posbelitung.co)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved