Berita Belitung

Open Pit hingga Peramun, Sederet Destinasi yang Bakal Dikunjungi Asesor Revalidasi Geopark Belitung

Pulau Belitung sebagai Geopark Belitung akan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark pada pertengahan Juli 2024.

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Annyta
Foto bersama di Pusat Informasi Geologi Pulau Belitung saat kegiatan pra revalidasi UGGp di Pulau Belitung beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pulau Belitung sebagai Geopark Belitung akan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark pada pertengahan Juli 2024.

Penilaian rutin empat tahunan ini dilakukan setelah Geopark Belitung meraih predikat sebagai UNESCO Global Geopark pada 2021 lalu.

Pada revalidasi nantinya, asesor dari UNESCO akan mengunjungi destinasi atau geosite yang tersebar di dua kabupaten di Pulau Belitung, yakni Belitung dan Belitung Timur.

Beberapa waktu lalu, tim pra revalidasi juga mengecek kesiapan Pulau Belitung menghadapi penilaian yang menentukan keberlanjutan status UGGp itu.

Foto bersama di Desa Suak Gual Kecamatan Selat Nasik saat kegiatan pra revalidasi UGGp di Pulau Belitung beberapa waktu lalu.
Foto bersama di Desa Suak Gual Kecamatan Selat Nasik saat kegiatan pra revalidasi UGGp di Pulau Belitung beberapa waktu lalu. (IST/Dokumentasi Annyta)

"Diperiksa oleh dewan pakar dari Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan beberapa perwakilan kementerian untuk melihat kesiapan dititik-titik yang akan dikunjungi asesor. Mereka juga melihat kesiapan untuk memastikan Juli nanti siap menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark," jelas Sekretaris Badan Pengelola Geopark Belitung, Annyta, Selasa (18/6/2024).

Lokasi-lokasi yang bakal dikunjungi asesor di antaranya Rimba Alam Bahagia, Pusat Informasi Geologi, Open Pit, Pantai Burung Mandi, SMK Stannia, Museum Maritim, dan Geosite Batu Begalang di Desa Kelubi.

Juga melihat hutan digital di Bukit Peramun, ke Pulau Mendanau sebagai geosite pulau, Geopark Information Center, dan pulau-pulau dalam rangkaian wisata hoping island.

Annyta menambahkan, status UGGp sangat penting bagi Belitung.

Predikat tersebut pun memiliki keuntungan, apalagi Belitung merupakan daerah keenam yang meraih predikat UNESCO, sehingga 15 kementerian akan membantu pendanaan Geopark Belitung.

Dukungan tersebut di antaranya melalui program-program yang ada, seperti program Integrated Area Development (IAD) yang didukung Kementerian Kehutanan, hingga adanya dokumen khusus dibuatkan KKP dan diajukan Perpres Rencana Zonasi Nasional Pengelolaan Kawasan Nasional Tertentu (RZNPKNT) kawasan laut diamankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai wilayah konservasi.

"Jadi kalau orang menambang akan berhadapan dengan regulasi RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, red) yang dibuat oleh pemerintah provinsi dan RZNPKNT dari KKP," lanjutnya.

Selain itu, Belitung juga ikut dipromosikan dalam situs UNESCO yang diakses dari seluruh dunia, sehingga banyak warga negara luar negeri yang datang ke Belitung untuk melihat geosite.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved