Kisah TKW
Segini Gaji TKW Sebagai Pembantu di Singapura, Jauh di Atas Rata-rata UMR Indonesia
Dia menyebutkan gaji ART yang belum berpengalaman, sebesar 650 Dolar Singapura.
POSBELITUNG.CO -- Tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia cukup banyak bekerja di Singapura.
Umumnya mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).
Singapura merupakan negara kecil namun modern dengan perekonomian terbaik di Asia Tenggara.
Mengadu nasib sebagai TKW, bisa menjadi pilihan sejumlah perempuan asal Indonesia.
Salah satunya Sakira, yang menjadi ART di sebuah rumah di Singapura.
Dia membagikan pengalamannya bekerja di Singapura melalui kanal YouTube miliknya.
Lalu berapa gaji Sakira sebagai pembantu di Singapura?
Dia menyebutkan gaji ART yang belum berpengalaman, sebesar 650 Dolar Singapura per bulan.
Gaji itu naik 50 Dolar Singapura jika dibandingkan tahun 2022.
Sakira membagikan kisah gaji TKW pada tahun 2023 silam.
Nominal 650 Dolar Singapura tersebut sekitar Rp 7 jutaan (tergantung dengan nilai tukar).
Angka itu, di atas Upah Minimum Regional (UMR) tertinggi di Indonesia yakni Rp5,3 jutaan di Kota Bekasi.
"650 Dolar dikali Rp 11.619 sama dengan Rp 7.552.000, kira-kira jumlahnya segitu untuk saat ini," kata Sakira.
"Jadi jumlahnya juga mengikuti penukaran ya," sambungnya.
TKW ini menjabarkan terkait gaji TKI di Singapura yang sudah berpengalaman.
Disebutkan Sakira standar gaji TKI yang sudah berpengalaman di Singapura adalah sebesar 800 Dolar Singapura.
Jika dirupiahkan, nominal tersebut menyentuh angka Rp 9 jutaan.
"800 Dolar dikali Rp 11.619 sama dengan Rp 9.295.000.
Jadi gajinya itu satu bulan hampir mendekati 10 juta ya," sebut Sakita.
Ia menambahkan, bagi TKI eks Singapura bisa saja mendapatkan gaji dengan nominal yang lebih tinggi.
Semua tergantung dengan negosiasi TKI itu sendiri dengan majikannya.
"Untuk yang eks Singapura itu biasanya bisa negosiasi dengan majikan ya, antara majikan sama agensi juga, tapi keputusan biasanya ada di majikan,"
"Enaknya itu, yang eks bisa tawar menawar," jelas Sakira.
Setelahnya, Sakira tak lupa membagikan beberapa tips yang harus menjadi perhatian para calon TKI yang hendak bekerja ke luar negeri.
Pasalnya, banyak sekali TKI yang tidak memikirkan hal-hal ini sebelum mereka berangkat.
Akibatnya, setelah sampai di negara tujuan ada banyak kendala bahkan masalah yang akhirnya muncul.
Sakira menegaskan bahwa sebelum berangkat, para TKI setidaknya harus menguasai 40 persen bahasa Inggris.
"Ada tiga hal yang harus diperhatikan, ini khususnya untuk calon TKW Singapura. Pertama mengenai bahasa."
"Bahasa itu penting banget, setidaknya bisa menguasai 40 persen bahasa Inggris," sebut Sakira.
Ia menganjurkan bagi calon TKI yang belum bisa bahasa Inggris, lebih baik tidak tergesa-gesa memutuskan untuk berangkat keluar negeri.
"Seandainya ada calon TKW yang udah dapet majikan, tapi belum bisa menguasai bahasa Inggris, sebaiknya nggak usah buru-buru, nggak usah dipaksai,"
"Soalnya yang belum bisa bahasa itu banyak sekali yang terjadi miscommunication sama majikan," jelasnya.
Selanjutnya, Sakira mengingatkan bagi calon TKI yang sudah berkeluarga, orang rumah harus tahu pekerjaan pasangannya.
Disebutkan selama masa potongan, para TKI ini biasanya tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi.
Hal ini tentu saja menyulitkan untuk menghubungi pasangan atau keluarga yang ada di Tanah Air.
"Selama masa potongan, nggak dikasih HP. Jadi mungkin seminggu sekali disuruh ngabarin ke rumah.
Jadi seorang suami harus menyadari dengan hal itu," tegasnya.
Terakhir, Sakira menyampaikan sebelum berangkat menjadi TKI, selain harus bisa bahasa juga harus menyiapkan mental dengan baik.
Bekerja ke luar negeri menjadi seorang PRT bukan suatu hal yang mudah.
Terlebih jauh dari keluarga dan tidak memiliki siapa-siapa.
Harus kuat mental dan tahu tujuan utama bekerja ke luar negeri.
"Harus kuat mental, karena kebanyakan TKW yang non eks itu merasa tertekan batinnya, merasa tertekan pikirannya.
Nah, yang sudah-sudah kalau sudah merasakan seperti itu, akhirnya kepengen pulang, kalau udah pulang kasihan keluarganya karena harus menanggung ganti rugi ke PT," urai Sakira.
"Jadi sebelum berangkat, pesen saya harus benar-benar siapkan mental baja ya," tutupnya.
(Posbelitung.co)
Kisah TKW Apriliya di Belanda, Terungkap Hubungan dengan Majikan Hingga Dibayar Rp40 Juta Per Bulan |
![]() |
---|
Kisah TKW Ineke, Banting Tulang Tulang Kerja di Malaysia Demi Biayai Kuliah 7 Adiknya Jadi Sarjana |
![]() |
---|
Ulah Yanti TKW Taiwan Live TikTok, Cari Cuan Pamer Aurat Sampai Bagian Sensitif Kelihatan |
![]() |
---|
Kisah Yanti TKW Taiwan Tampil Vulgar di TikTok Demi Gift, Dinasehati Warganet Jangan Jual Diri |
![]() |
---|
Kisah TKW Melahirkan Seorang Diri di Kamar Majikan, Perempuan di Sebelahnya Kaget Ada Bayi Menangis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.