Berita Belitung Timur
Sosok Muhammad Wiki dan Dower Sugeng Veteran Pejuang di Belitung Timur, Perang di Agresi Belanda II
Sosok Muhammad Wiki dan Dower Sugeng veteran pejuang yang kini menetap di Kabuatem Belitung Timur pernah terlihat dalam perang
POSBELITUNG.CO - Sosok Muhammad Wiki (98) dan Dower Sugeng (85) veteran pejuang yang kini menetap di Kabuatem Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pernah terlihat dalam perang dan membantu penjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang.
Bahkan keduanya pernah angkat senjata saat berjuang bersama-sama pejuang lainnya mengusir penjajah.
Muhammad Wiki dan Dower Sugeng tercatat veteran pejuang di Belitung Timur yang ikut menghadiri pada Upacara Kemerdekaan RI Ke-79 di halaman Kantor Bupati Belitung Timur, Sabtu (17/8/2024).
Sosok dua veteran yang pernah ikut bergabung membantu perjuangan Indonesia di dalam konflik militer jaman dahulu itu hadir di upacara sebagai tamu dengan ditemani oleh anak dan cucunya.
Sosok Dower Sugeng saat ini menetap di Kecamatan Gantung bersama anaknya.
Mantan pejuang berusia 85 tahun ini lahir di Kecamatan Tanjung Karang Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Kini, ia memilih menetap di Pulau Belitung, tepatnya di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.
Dower Sugeng saat ini sudah memiliki 8 anak dan 21 cucu.
Ia kini hidup sendiri sejak ditinggal oleh istrinya, Siti Fatimah yang meninggal pada tahun 2009.
Diketahui, Siti Fatimah juga merupakan sosok yang pernah ikut membantu para pejuang di jaman mempertahankan kemerdekaan dulu.
Kini keseharian Dower Sugeng hanya beraktivitas ringan.
Ia hanya menjaga kondisi fisik dengan berolahraga ringan dan sesekali ngopi-ngopi di luar rumah.
Dower Sugeng bercerita pernah ikut perang melawan penjajah Jepang sebelum kemerdekaan dan melawan Belanda saat agresi militer II.
Perang yang diikuti oleh Dower Sugeng terjadi di Lampung, tempat lahirnya.
"Kemudian pada tahun 48 Belanda masuk, saya bantu anggota (karena) belum ada pasukan.
Waktu itu sepertinya bukan tentara tapi laskar di Lampung," kata Dower Sugeng, Sabtu (17/8/2024).
Ia saat itu bertugas memberikan bantuan kepada pasukan garis depan seperti merawat pejuang yang terluka dan membawakan logistik makanan, contohnya beras, buah-buahan dan ayam.
Meskipun sebagai pejuang barisan belakang, Dower Sugeng pernah membawa senapan laras panjang saat kontak senjata dengan bangsa Indonesia yang berkhianat.
"Waktu perang yang tidak lupa itu, yang namanya kawan kita sendiri jadi pengkhianat itu, tadinya sama kita, tahunya kita dikhianati.
Waktu itu jepang penjajahnya," ceritanya.
Hasil melawan Jepang dan pengkhianat, pasukan Dower Sugeng berhasil menang dan memukul mundur lawan.
Menurutnya, rekan-rekan seperjuangannya di Lampung saat itu memiliki semangat tinggi.
Bahkan terkadang melupakan keluarga di rumah karena lebih mementingkan upaya bagaimana caranya bisa merdeka.
"Pemuda sekarang kelihatan itu kurang santun sama orang tua, beda kayak dulu. Pengaruh jaman sudah canggih," ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Wiki veteran pejuang di Belitung Timur lainnya juga mempunyai cerita heroik salam ikut memperjuangkan bangsa Indonesia.
Ia pernah ikut berperang dan berkelana di beberapa kota di Pulau Jawa untuk mengusir penjajah.
Hanya saja, ia tidak punya waktu cukup lama untuk diwawancara karena baru pulih dari sakit.
Apalagi usianya yang hampir satu abad, yakni 98 tahun tak kuat untuk terlalu berlama-lama.
Muhammad Wiki pernah drop dan masuk rumah sakit karena tekanan darahnya rendah.
Meskipun begitu, ada sedikit cerita Muhammad Wiki bersama rekannya pernah ikut berperang menelusuri beberapa kota di Pulau Jawa hanya dengan berjalan kaki.
Makan Gratis di Belitung Timur
Sementara itu, Pemkab Belitung Timur (Beltim) menyediakan makan gratis untuk masyarakat dalam acara Malam Resepsi Kemerdekaan Indonesia ke-79 tahun hari ini, Sabtu (17/8/2024) di Taman Kota Manggar.
Koordinator Lapangan Acara, Apriadi Nurdin Putra bilang Malam Resepsi dan makan gratis ini nanti akan dimulai pukul 19.30 WIB.
Masyarakat dipersilakan mengambil makanan yang disediakan di dekat panggung utama acara.
"Makanan yang bisa dipilih ada singkong rebus, kacang goreng, pisang goreng, dan jagung rebus.
Semuanya bisa dinikmati masyarakat," kata Apriadi kepada Posbelitung.co, Sabtu.
Baca juga: Sosok Aurelia Azzahra Buana Pembawa Baki Upacara Bendera di Bangka Tengah, Deg Degan Pertama Dipilih
Dia mengungkapkan Pemkab Beltim baru pertama kali mengadakan malam resepsi kemerdekaan di luar ruangan yang biasanya digelar di Auditorium Zahari MZ.
Hal ini bertujuan untuk membuat masyarakat merasakan juga euphoria kemerdekaan.
Selain itu, di Taman Kota Manggar juga ada puluhan tenant UMKM yang menjajakan produknya.
Kehadiran UMKM ini menambah semarak perayaan kemerdekaan Indonesia ke-79 tahun.
"Kita ingin membuat ekonomi masyarakat bangkit sekaligus mendukung UMKM.
Kami juga menyediakan acara hiburan musik setiap hari supaya masyarakat ada hiburan," kata Apriadi sembari berharap nanti malam bisa diramaikan oleh masyarakat yang ingin merayakan hari kemerdekaan dengan seksama.
(Posbelitung.co/Sepri Sumartono/Bryan Bomantoro)
| HUT ke-55 INKAI di Kulong Minyak, Fokus Cetak Karateka Berprestasi |
|
|---|
| Harga BBM Naik, Warga Belitung Timur Terpaksa Beli Dexlite, Isi Rp500 Ribu Jarumnya Naik Sedikit |
|
|---|
| Seleksi 10 Orang Terbaik Magang Panasonic, Disnakerkopukm Beltim Siapkan Kelas Bahasa Jepang |
|
|---|
| Buka Seleksi Magang Panasonic, Bupati Beltim Dorong Pemuda Jadi Tenaga Kerja Profesional Dunia |
|
|---|
| Terpaksa Beli Dexlite Rp24.150 Per Liter, Susilawati: Kalau Tidak Beli, Kami Tak Bisa Pulang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240817-Muhammad-Wiki-dan-Dower-Sugeng-dua-veteran-di-Beltim.jpg)