Kalender 2025

Kalender 2025 Awal Puasa dan Lebaran 2025

Berdasarkan penetapan awal Ramadhan 2025 pada awal bulan Maret 2025 itu, maka awal puasa 2025 masih menyisahkan sekitar 5 bulan lagi.

Tayang:
Editor: Kamri
pinterest
Mengacu pada SKB 3 Menteri, bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau puasa 2025 diperkirakan jatuh pada bulan Maret 2025. Berdasarkan penetapan awal Ramadhan 2025 pada awal bulan Maret 2025 itu, maka awal puasa 2025 masih menyisahkan sekitar 5 bulan lagi, terhitung mulai pertengahan Oktober 2024 ini. 

POSBELITUNG.CO – Informasi penting dalam kalender 2025 dalam penjelasan ini mengulas perkiraan awal puasa Ramadhan 1446 Hijriah dan Lebaran 2025 atau biasa disebut Idul Fitri.

Ramadhan merupakan bulan ke 9 mengacu pada kalender Hijriyah merupakan salah satu bulan yang dinanti-nantikan umat Islam.

Pada bulan Ramadhan, seluruh umat Muslim akan melaksanakan ibadah puasa yang merupakan salah satu dari rukun Islam.

Allah SWT dalam firmannya memerintahkan berpuasa pada bulan Ramadhan sebagaimana dikemukakan dalam Al Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Kapan Bulan Puasa 2025?

Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1017 Tahun 2024, Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024.

Berdasarkan SKB ini, informasi penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah bisa diprediksi jatuh pada tanggal berapa.

Awal Puasa 2025 Versi Pemerintah

Memang sejauh ini pemerintah belum menetapkan tanggal pasti awal puasa 2025.

Hanya saja, SKB 3 Menteri telah menetapkan libur nasional Idul Fitri 2025 jatuh pada tanggal 31 Maret hingga 21 April 2025.

Jika mendasari dari SKB 3 Menteri, bulan Ramadhan 1446 Hijriah atau puasa 2025 diperkirakan jatuh pada bulan Maret 2025.

Diprediksi awal puasa 2025 akan dimulai pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Namun penentuan awal puasa ini masih menunggu Keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

Awal bulan Ramadhan di Indonesia ditentukan melalui metode hisab dan rukyat sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Metode hisab merupakan perhitungan secara astronomis.

Sedangkan metode rukyat yaitu perhitungan dilakukan dengan melihat hilal (bulan sabit pertama) secara langsung.

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004, disebutkan bahwa pemerintah melalui Menteri Agama menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah setelah berkonsultasi dengan MUI dan ormas-ormas Islam terkait.

Penetapan awal Ramadhan itu dilakukan setelah melalui keputusan sidng isbat.

Awal Puasa 2025 Versi Muhammadiyah

Sementara itu melansir laman Kemenag, ormas Muhammadiyah menetapkan awalRamadhan menggunakan metode hisab wujudul hilal.

Muhammadiyah menetapkan perkiraan pelaksanaan Idul Fitri 1446 Hijriah jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.

Dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri, Muhammadiyah mengacu pada kalender Hijriyah yang diterbitkan dalam Islamic Hijri Calendar dan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan kalender Hijriyah yang diterbitkan dalam Islamic Hijri Calendar dan KHGT, Muhammadiyah menetapkan bulan puasa 2025 atau Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada bulan Maret 2025, tepatnya tanggal 1 Maret 2025.

Berdasarkan penetapan awal Ramadhan 2025 pada awal bulan Maret 2025 itu, maka awal puasa 2025 masih menyisahkan sekitar 5 bulan lagi, terhitung mulai pertengahan Oktober 2024 ini.

Amalan Menyambut Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sudah tentu menjadi bulan yang sangat dinanti-nantikan umat Islam.

Bulan ini memiliki banyak keistimewaan dan keutamaan.

Karena itu memasuki bulan suci Ramadhan, penting menyambutnya dengan amalan-amalan terbaik.

Berikut amalan-amalan apa saja yang bisa dilaksanakan dalam menyambut bulan Ramadhan 1446 Hijriah nanti dilansir dari laman nu.or.id:

  • Amalan Hati atau Niat

Ini menjadi amalan yang terpenting dalam menyambut bulan Ramadhan.

Amalan hati atau niat menyambut datangnya Ramadhan dengan hati yang ikhlas dan suka cita.

Sebagaimana hadits yang disebutkan dalam Durrotun Nasihin, yaitu:  

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ    

Artinya:

"Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka"

  • Berziarah Kubur   

Amalan lain yang juga bisa dilakukan menyambut bulan Ramadhan, yaitu melaksanakan ziarah kubur ke makam orangtua dengan memanjatkan doa kepada orangtua.

Termasuk mengirim doa dan bertawasul kepada para leluhur dengan harapan diberi keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan puasa Ramadhan.

Tawasul dalam berdoa merupaan salah satu anjuran dalam Islam yang dimaktub dalam surat al-Maidah ayat 35.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."

  • Saling Memaafkan

Saling memaafkan merupakan upaya membersihkan diri secara batin.

Saling memaafkan kepada keluarga, tetangga, rekan dan orang sekitar tempat tinggal dianjurkan sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 178.

فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ  

Artinya,

"Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.

Kapan Lebaran 2025?

Pemerintah sendiri telah menetapkan jadwal Lebaran 2025 atau Idul Fitri 2025 melalui SKB 3 Menteri yang mengatur mengenai hari libur nasional dan cuti bersama 2025.

Dalam SKB 3 Menteri, setidaknya ada 2 hari menjadi  hari libur nasional 2025 dalam rangka perayaan Idul Fitri 2025.

Libur nasional dalam rangka Idul Fitri 2025 itu jatuh pada tanggal 31 Maret 2025 dan 1 April 2025.

Mengacu pada pada SKB 3 Menteri, maka jadwal Lebaran 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Baca juga: Kalender 2025 Lengkap dengan Tanggal Merah dan Cuti Bersama

Hanya keputusan pemerintah mengenai penetapan Idul Fitri 2025 ini masih harus menunggu hasil keputusan sidang isbat mengenai penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah.

Selain menetapkan jadwal Idul Fitri, SKB 3 Menteri juga telah menetapkan jadwal cuti bersama Idul Fitri 2025, yaitu ditetapkan sebanyak 4 hari masing-masing jatuh pada tanggal 2, 3, 4, 7 April 2025.

Momen libur lebaran 2025 ini diselingi libur akhir pekan (weekend) sebelum Idul Fitri, dan sela cuti bersama Idul Fitri.

Libur Lebaran 2025 pun diperkirakan sebanyak 10 hari, rinciannya, yaitu:

Sabtu, 29 Maret 2025 (Libur akhir pekan)

Minggu, 30 Maret 2025 (Libur akhir pekan)

Senin, 31 Maret 2025 (Idul Fitri 1446 Hijriah)

Selasa, 1 April 2025 (Idul Fitri 1446 Hijriah)

Rabu, 2 April 2025 (Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah)

Kamis, 3 April 2025 (Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah)

Jumat, 4 April 2025 (Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah)

Sabtu, 5 April 2025 (Libur akhir pekan)

Minggu, 6 April 2025 (Libur akhir pekan)

Senin, 7 April 2025 (Cuti bersama Idul Fitri 1446 Hijriah)

Berdasarkan ketetapan SKB ini, libur Idul Fitri 2025 berpotensi panjang, namun hal itu bergantung pada Keputusan Kementerian Agama mengenai penetapan awal Ramadhan 2025 dan 1 Syawal 1446 Hijriah nantinya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved