Cerita Lengkap Nanang Bunuh Pacarnya, Lilis dan Jasad Dicor Semen di Manggar Belitung Timur

Dia memukul kepala korban menggunakan cobek, lalu membenturkan kepala Lilis.

Tayang:
Editor: Alza
Posbelitung.co/adi saputra
Tampang Nanang Suryadi saat dibawa ke Belitung Timur menumpang helikopter dari Mapolda Babel, Kamis (14/11/2024). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Lilis Sumarni, janda penjual seblak di Manggar tewas dibunuh pacarnya, Nanang Suryadi (47).

Pembunuhan itu dilakukan Sabtu (9/11/2024) di rumah korban.

Nanang dan Lilis bertemu di rumah korban.

Saat itu, Lilis menerima telepon dari mantan suaminya.

Nanang yang mendengar korban memanggil sayang, terbakar cemburu.

Dia memukul kepala korban menggunakan cobek, lalu membenturkan kepala Lilis.

Lalu mencekik korban hingga tewas, kemudian menyiapkan adukan semen untuk mencor tubuh korban di bawah lantai rumahnya. 

Hal itu terungkap dari rekonstruksi kasus pembunuhan Lilis Sumarni, di kawasan Mirang, Desa Padang, Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Korban ditemukan tewas mengenaskan setelah dibunuh dan jasadnya dicor di bawah lantai rumahnya sendiri oleh kekasihnya, Nanang Suryadi.

Kejadian itu terjadi pada 9 November 2024 lalu dan terungkap ke publik pada 13 November 2024.

Rekonstruksi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Belitung Timur, AKBP Indra Fery Dalimunthe, didampingi Kasat Reskrim AKP Ryo Guntur Triatmoko, bersama jajaran penyidik lainnya, Rabu (20/11/2024). 

"Dalam proses rekonstruksi, sebanyak 32 adegan diperagakan oleh pelaku, mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga upaya menyembunyikan jenazah korban," kata Kapolres, Kamis.

Kapolres bilang ada beberapa adegan tambahan yang dilakukan pelaku selama rekonstruksi berlangsung, yang sebelumnya tidak terungkap dalam pemeriksaan awal.

"Ada beberapa detail baru yang ditemukan dalam rekonstruksi ini.

Hal ini akan kami jadikan bahan untuk memperkuat berkas perkara,” ujar AKBP Indra Fery Dalimunthe.  

Menurut hasil rekonstruksi, pelaku terlebih dahulu memukul kepala korban.

Lalu membenturkan kepala korban, lalu mencekik korban hingga tewas.

Kemudian menyiapkan adukan semen untuk mencor tubuh korban di bawah lantai rumahnya. 

Perbuatan keji tersebut dilatarbelakangi oleh masalah asmara di antara keduanya.  

Kapolres juga menegaskan rekonstruksi ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian sesuai fakta di lapangan, guna mempercepat proses hukum terhadap pelaku. 

“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara transparan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” katanya.  

Kasus ini telah menyita perhatian publik di Belitung Timur, mengingat metode pembunuhan yang terbilang sadis dan melibatkan hubungan pribadi antara pelaku dan korban.

Sebelumnya, suasana di kawasan Mirang, Dusun Padang I, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih diselimuti duka dan keheningan yang mencekam.

Kehidupan Lilis Sumarni (46), seorang pedagang seblak yang akrab dengan para tetangga, harus berakhir dengan cara yang tragis. 

Di balik kesederhanaan kesehariannya, tersimpan kisah cinta, kecemburuan, dan tragedi yang kini menjadi perbincangan seluruh Manggar.

Hari itu, Sabtu malam (9/11/2024), gelap menyelimuti kota kecil ini.

Lilis, yang dikenal ramah dan murah senyum, sedang berbicara di telepon dengan mantan suaminya. 

Dari sebuah rumah sederhana, terdengar suara tawa yang akhirnya menjadi hal terakhir yang diingat tentangnya.

Perbincangan dengan nada penuh keakraban itu rupanya tak hanya menyenangkan di telinga, namun juga memantik emosi dalam hati seorang pria lain yang ada di sana.

Pria itu adalah Nanang Suryadi, yang disebut sebagai pasangan kumpul kebo Lilis. 

Ketika mendengar Lilis memanggil mantan suaminya dengan kata-kata yang penuh kasih, rasa cemburu menguasai diri Nanang. 

Emosi yang berkecamuk dalam sekejap berubah menjadi kemarahan yang memuncak, hingga akhirnya berujung pada tindakan keji.

Dalam keadaan yang dipenuhi emosi, Nanang beranjak ke dapur, mengambil cobek yang biasa digunakan Lilis untuk membuat seblak. 

Cobek itu, yang seharusnya menjadi alat penghidupan, berubah menjadi alat pemutus nyawa. 

Dengan satu pukulan ke kepala, Lilis pun tergeletak tak sadarkan diri.

Tak hanya berhenti di situ, Nanang berupaya menutupi perbuatannya dengan cara yang teramat dingin. 

Dalam ketergesaan dan mungkin ketakutan, ia menggali lantai rumah mereka, meletakkan tubuh Lilis yang sudah tidak bernyawa, lalu menutupnya dengan coran semen.

Bau beton yang khas menyelimuti ruangan, menyimpan rahasia tragis di balik dinding rumah sederhana itu.

Kabar kehilangan Lilis pun segera menyebar. Para tetangga yang curiga mulai menghubungi pihak berwenang. 

Tak lama berselang, polisi datang dan menemukan bukti-bukti yang akhirnya membuka tabir kelam di balik dinding berlapis semen itu.

Kapolres Belitung Timur, AKBP Indra Fery Dalimunthe, dalam konferensi pers yang diadakan Kamis (14/11/2024), mengungkapkan bahwa dugaan sementara menunjukkan motif kecemburuan menjadi penyebab utama dari kasus pembunuhan ini.

Menurut Kapolres, kecemburuan yang memuncak dalam diri Nanang diduga menjadi pemicu tragedi tersebut.

"Berdasarkan pemeriksaan, Lilis menggunakan panggilan sayang kepada mantan suaminya saat berbicara di telepon, yang memicu emosi mendalam pada Nanang," ujarnya.

Dibawa Pakai Helikopter ke Belitung

Nanang Suryadi (50), menumpang helikopter Polda Kepulauan Belitung menuju Pulau Belitung. 

Tersangka pelaku pembunuhan Lilis Sumarni ini ditangkap di Bangka Selatan. 

Kamis (14/11/2024) pukul 10.30 WIB, menggunakan helikopter, ia dibawa penyidik setelah satu malam dititipkan di ruang tahanan Mapolda Bangka Belitung

Sebelum dibawa, ia menjalani pengecekan kesehatan oleh Tim Medis Bidokkes Polda Bangka Belitung (Babel).

Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Ryo Guntur Triatmoko, membenarkan bahwa terduga pelaku akan diterbangkan menggunakan helikopter ke Pulau Belitung.

Dengan kedua tangan diborgol, pria itu dikawal ketat oleh polisi mulai dari turun mobil hingga masuk ruang tahanan Mapolda Babel.

Sebelumnya, Nanang Suryadi diamankan oleh anggota Polres Bangka Selatan ketika hendak melanjutkan perjalanan ke Kota Pangkalpinang.

Setelah diamankan terduga pelaku tersebut digelandang dari Mapolres Bangka Selatan menuju Polda Bangka Belitung.

Nanang bersama anggota Polres Belitung Timur dan anggota Polda tiba di Mapolda Babel pukul 22.40 WIB.

Selanjutnya, diduga pelaku dititipkan di ruang tahanan Mapolda Babel dan akan diterbangkan ke Kabupaten Belitung dan menuju ke Kabupaten Belitung Timur. 

(pobselitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved