Liga Italia

Berita Juventus - Terungkapnya Pemerasan yang Dialami Paul Pogba oleh Saudara Sendiri

Pada Maret 2022, peristiwa pertama terjadi di Paris, disusul insiden kedua pada Juli 2022 di kamp pelatihan Juventus di Turin. 

Editor: Teddy Malaka
Instagram.com/paulpogba/
Paul Pogba ketika sedang berdoa 

POSBELITUNG.CO, TURIN - Paul Pogba, mantan gelandang Juventus, kini berusaha melangkah maju setelah badai persoalan yang melibatkan keluarganya perlahan mereda.

Dalam sebuah pernyataan emosional, ia menyebut ingin "membalik halaman" setelah saudaranya, Mathias Pogba, dijatuhi hukuman atas kasus percobaan pemerasan yang melibatkan dirinya.

Kasus yang mencuat ini bermula dari dua insiden berbeda.

Pada Maret 2022, peristiwa pertama terjadi di Paris, disusul insiden kedua pada Juli 2022 di kamp pelatihan Juventus di Turin. 

Dalam kasus tersebut, Mathias Pogba bersama beberapa terdakwa lainnya dituduh mencoba memeras Paul sebesar €13 juta.

Akhirnya, pada Kamis lalu, pengadilan di Paris menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Mathias.

Namun, dua tahun di antaranya ditangguhkan, memungkinkan Mathias menjalani hukuman satu tahun dengan pengawasan gelang elektronik.

Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar €20.000. Dengan keputusan ini, Mathias tidak perlu mendekam di balik jeruji besi.

Tidak hanya Mathias, lima terdakwa lain yang terlibat dalam pemerasan, penculikan, dan kejahatan terorganisir, juga dijatuhi hukuman dengan durasi yang lebih berat, hingga delapan tahun penjara.

Menanggapi keputusan pengadilan, Paul Pogba menegaskan rasa kelegaan bercampur duka.

"Tidak ada pemenang dalam kasus ini, terutama karena melibatkan anggota keluarga saya dan orang-orang yang saya kenal sejak kecil," ujarnya melalui pernyataan resmi yang disampaikan pengacaranya.

Meski penuh luka, Pogba melihat ini sebagai momen untuk melanjutkan hidup.

"Saya akhirnya bisa menutup babak yang sangat menyakitkan ini. Kesimpulan ini menjadi kesempatan bagi semua orang untuk fokus pada masa depan. Sekarang setelah keputusan dibuat, saya dapat berkonsentrasi penuh untuk kembali ke sepak bola profesional," tuturnya optimistis.

Namun, perjalanan kembali ke lapangan hijau bukanlah hal yang mudah bagi Pogba. Ia saat ini berstatus agen bebas setelah menyepakati pemutusan kontrak dengan Juventus.

Selain itu, larangan bermain selama 18 bulan karena gagal dalam tes doping baru akan berakhir pada Maret 2025.

Bagi Paul Pogba, ini adalah awal yang baru, meski penuh tantangan. Ia kini bersiap melangkah maju, meninggalkan masa lalu yang menyakitkan, dengan harapan suatu hari nanti bisa kembali bersinar di dunia sepak bola. (*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved