Berita Bangka Belitung

UMKM Bangka Belitung Tumbuh 7,16 Persen Sepanjang 2024, DKUKM Babel Dorong Pelaku Usaha Punya NIB

Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat 7,16 persen sepanjang 2024.

Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
Bazar UMKM di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beberapa waktu lalu 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkat 7,16 persen sepanjang 2024.

Adapun sektor yang mengalami pertumbuhan terbanyak sepanjang 2024 yakni industri pengolahan, perdagangan dan jasa.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di tahun 2024 tercatat sbanyak 214.290 pelaku usaha tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Jumlah tersebut meningkat dari 199.974 pelaku usaha pada tahun 2023.

"Sepanjang 2024 kemarin data UMKM di Babel memang tumbuh, terutama kelas mikro dan kecil. Pertumbuhan UMKM ini juga terjadi di seluruh kabupaten dan kota," kata Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yuniar, Rabu (15/1/2025).

Ia menegaskan pentingnya legalitas usaha sebagai upaya mendorong kemajuan UMKM

Oleh sebab itu, pihaknya juga terus mengajak pelaku usaha untuk memiliki nomor induk berusaha (NIB). 

Pihaknya melaksanakan sosialisasi dan inovasi jemput bola, khusus penerbitan NIB melalui Sistem Online Single Submission Risk Based Approach atau inovasi Fasilitasi zjin Usaha dan Layanan PLUT (Faisal).

"NIB adalah identitas yang harus dimiliki oleh pelaku usaha. karena manfaat kepemilikan NIB bagi pelaku UMKM itu sangatlah besar. Selain sebagai identitas diri, juga sebagai tiket bagi UMKM dalam mendapatkan layanan-layanan yang berhubungan dengan UMKM," jelasnya.

Selain legalitas, kata Yuniar, tantangan pemasaran masih menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM

Menyadari hal ini, DKUKM Babel mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat pemasaran dan terus berinovasi.

"Kendala UMKM saat ini pemasaran. Untuk itu kita mengajak pelaku usaha agar bisa memanfaatkan teknologi sebagai media pemasaran dan kita DKUKM juga rutin memberikan program-program pelatihan kepada UMKM baik itu pelatihan kemasan, pemasaran dan lainnya agar umkm naik kelas," tuturnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved