Berita Belitung Timur

DPRD Beltim Bertemu Dirjen Dikti, Perjuangkan Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda

Dia menekankan bahwa sekolah ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Beltim, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Teddy Malaka
Ist/DPRD Beltim
PRESENTASI SEKOLAH GARUDA - Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja, bersama Tim Pemkab Beltim bertemu dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memperjuangkan pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Beltim, Jumat (7/2/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Upaya menjadikan Belitung Timur (Beltim) sebagai pusat pendidikan unggulan di Indonesia semakin nyata. 

Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja, bersama Tim Pemkab Beltim bertemu dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memperjuangkan pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Beltim, Jumat (7/2/2025).

Fezzi dan tim melakukan presentasi komprehensif mengenai rencana pembangunan sekolah unggulan yang akan memiliki sistem boarding house dan menerapkan pendidikan semi-militer ala SMA Taruna Nusantara.

Dia menekankan bahwa sekolah ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Beltim, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat sekitar.

"Ada tiga lokasi alternatif yang sedang dipertimbangkan untuk pembangunan sekolah tersebut, yaitu Desa Cendil, Desa Senyubuk, dan Desa Sukamandi. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aksesibilitas, ketersediaan lahan, serta potensi pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, dan air bersih," kata Fezzi.

Fezzi berharap agar pembangunan sekolah dapat direalisasikan dalam waktu dekat, bahkan tahun ini. Menurutnya, keberadaan Sekolah Unggulan Garuda akan memberikan multiplier effect bagi Beltim, baik dari segi pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas pendidikan, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

"Kami optimistis jika sekolah ini dibangun di Beltim, akan ada banyak dampak positif. Selain mencetak generasi unggul, sektor ekonomi lokal juga akan tumbuh. Banyak usaha kecil dan menengah yang bisa berkembang karena adanya aktivitas pendidikan skala nasional di daerah ini," jelas Fezzi.

Keunggulan utama Sekolah Unggulan Garuda di antaranya adalah sistem pendidikannya yang semi-militer, mirip dengan SMA Taruna Nusantara. Model ini dirancang untuk membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, serta daya juang tinggi bagi para siswa. 

Selain itu, sekolah ini juga akan memiliki asrama bagi siswa (boarding house) guna memastikan pendidikan berlangsung secara intensif dan terarah.

"Kami ingin Beltim menjadi rujukan pendidikan unggulan di Indonesia. Dengan sistem boarding dan pendidikan semi-militer, lulusan sekolah ini diharapkan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tambah Fezzi.

Presentasi yang dilakukan oleh Fezzi dan tim mendapat respons positif dari Dirjen Dikti Kemenristekdikti, Ahmad Najib Burhani.

Ahmad menyambut baik gagasan ini dan melihatnya sebagai peluang besar untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, terutama di wilayah timur Sumatra.

"Babel memang jadi satu di antara lima lokasi pembangunan di Indonesia. Selain Babel, ada IKN, Papua, Sulawesi, dan NTT," kata Ahmad. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved