Berita Pangkalpinang

Update Harga Cabai Jelang Ramadhan 2025 di Pangkalpinang, Cabai Rawit Tembus Rp110 Ribu per Kilo

Menjelang bulan Ramadhan 2025, harga sejumlah jenis bumbu dapur khususnya cabai, di Kota Pangkalpinang, Babel, meroket.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
Bangkapos.com/Sela Agustika
HARGA CABAI MEROKET - Lapak penjualan bumbu dapur seperti cabai rawit, bawang dan lainnya di Pasar Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beberapa waktu lalu. Menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi yang tinggal menghitung hari, harga sejumlah jenis bumbu dapur khususnya cabai, di Kota Pangkalpinang, meroket. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Update terbaru harga cabai menjelang Ramadhan 2025 di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi yang tinggal menghitung hari, harga sejumlah jenis bumbu dapur khususnya cabai, di Kota Pangkalpinang, meroket.

Seperti harga cabai rawit yang menembus angka Rp100 ribu per kilogram pada Rabu (26/2/2025).

Sedangkan harga cabai merah tembus Rp70 ribu per kilogram.

"Untuk harga bumbu dapur, memang sebagian ada kenaikan, terutama cabai yang tinggi saat ini. Kalau untuk kayak bawang sendiri, masih normal hitungannya, bawang merah saat ini Rp40 ribu per kilo," ungkap penjual bumbu dan sayuran di Pasar Air Itam Pangkalpinang, Lina kepada Bangka Pos Group. Rabu (26/2/2025).

Dia mengungkapkan, tingginya harga cabai disebabkan beberapa faktor, baik cuaca ataupun pasokan. 

Selain itu, harga cabai memang cenderung fluktuatif.

"Kalau kita lihat cabai ini harganya enggak nentu, cenderung naik turun. Kemaren sempat udah turun, kemudian beberapa minggu ini naik lagi," imbuhnya.

Tingginya harga bumbu dapur seperti cabai juga diakui oleh pedagang lainnya, Yuli.

Dia menyebut, sebagian besar komoditas tersebut didatangkan dari luar daerah, khususnya bawang, wortel, kentang, dan cabai.

"Secara keseluruhan, harga bumbu dapur sekarang normal, hanya saja cabai masih tinggi, dan untuk stok saya rasa juga aman," ucap Yuli.

Sementara untuk daya beli, ia menyebut sudah mulai menunjukkan ada peningkatan dari sisi masyarakat yang berbelanja.

"Untuk yang belanja kita lihat ada peningkatan, mungkin mau Ramadan ini, tapi meningkatnya tidak signifikan," tuturnya.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved