Berita Belitung Timur
Volume Sampah di Belitung Timur Meningkat Capai 20,64 Ton Sejak Pasca Lebaran 2025
Dinas Lingkungan Hidup Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat volume sampah harian meningkat selama momen Lebaran 2025.
Penulis: Dwiki | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO, MANGGAR - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat volume sampah harian meningkat selama momen Lebaran 2025.
Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Belitung Timur, Widiyanto, mengungkapkan, selama momen libur Lebaran 2025 terjadi peningkatan produksi sampah mencapai 20,64 ton di tanggal 3 April 2025.
Meningkatnya angka tersebut karena terjadi penumpukan sampah di tanggal 31 Maret - 2 April 2025.
Tingginya angka volume sampah tersebut, disebabkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
"Di momen Lebaran, terutama di tanggal 3 April sampah meningkat tajam sebanyak 20,64 ton. Ini disebabkan penumpukan sampah dari tanggal 31 Maret - 2 April, terjadi penumpukan karena pada 31 Maret dan 1 April tidak beroperasinya pengangkutan sampah selama libur Lebaran," kata Widiyanto (9/4/2025).
Truk Satgas kembali beroperasi pada 2 April 2025, yang berhasil mengangkut sampah sebanyak 6 ton.
"Tanggal 2 April 2025 kami sudah kembali beroperasi, namun belum maksimal karena hanya beberapa truk satgas turun mengangkut sampah. Sehingga sampah yang berhasil diangkut sebanyak 6 ton," imbuhnya.
Produksi sampah mulai kembali stabil pada tanggal 4 dan 5 April 2025, yakni 17 ton.
Angka tersebut menunjukkan pemulihan ke fase normal pasca Lebaran 2025.
"Tanggal 4 dan 5 April sudah mulai stabil di angka 17 ton, ini menandakan sudah kembali ke angka normal pasca Lebaran," ujar Widiyanto.
Ia berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan lebih bijak mengelola sampah.
"Saya berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan bijak mengelola sampah. Sampah botol-botol minuman selama Lebaran itu bernilai ekonomis jika dijual ke pengepul atau dibuat kreativitas. Demi kebaikan dan kualitas hidup bersama," tuturnya. (*)