Wamen Dikdasmen Kunjungi Belitung

KJRI San Fransisco Dukung Pembukaan Program Bercerita oleh Wamen Dikdasmen RI di Belitung

Program tersebut persembahan dari Yayasan Bercerita yang dibentuk komunitas Diaspora Indonesia di San Frasisco, Amerika Serikat.

|
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
PELUNCURAN PROGRAM BERCERITA - Konsul Jenderal RI di San Francisco, Prasetyo Hadi, memberikan sambutan dalam pembukaan program pengajaran Bahasa Inggris dari Bercerita di ruang rapat Bupati Belitung, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Selasa (15/4/2025). Program tersebut dibuka oleh Wamen Dikdasmen RI Atip Latifulhayat. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco mendukung pembukaan program pengajaran Bahasa Inggris yang dilaksanakan Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI Atip Latifulhayat di Kabupaten Belitung pada Selasa (15/4/2025). 

Program tersebut persembahan dari Yayasan Bercerita yang dibentuk komunitas Diaspora Indonesia di San Frasisco, Amerika Serikat.

Konsul Jenderal RI di San Francisco, Prasetyo Hadi, dalam sambutannya secara zoom menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, atas komitmen dan kerja sama dalam mendukung inisiatif ini.

"Program ini adalah bentuk nyata diplomasi sosial budaya yang menjadi misi utama KJRI di wilayah pantai barat Amerika Serikat," ujar Prasetyo. 

Pengajaran Bahasa Inggris melalui cerita dan pengalaman diaspora di luar negeri, lanjutnya, menjadi jembatan penting untuk transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas pelajar daerah.

KJRI San Francisco sendiri membawahi delapan negara bagian, yakni Alaska, Washington, Oregon, Idaho, Wyoming, Montana, California Utara, dan Nevada Utara.

Di wilayah ini, KJRI aktif menjalin kemitraan dengan lebih dari 50 organisasi sosial budaya, termasuk komunitas seni, keagamaan, diaspora profesional, kedaerahan, dan kemahasiswaan.

Melalui kemitraan ini, program dari Bercerita diharapkan dapat memberikan akses belajar Bahasa Inggris yang lebih menarik dan kontekstual kepada pelajar daerah di Indonesia.

Program ini juga sejalan dengan satu dari 18 program prioritas Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yakni penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan.

"Pengabdian masyarakat di sektor pendidikan adalah bagian penting dari diplomasi kami. Kami ingin anak-anak Indonesia, termasuk dari daerah, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang," kata Prasetyo.

Dalam pelaksanaan program, komunitas diaspora tidak hanya mengajar, tetapi juga berbagi pengalaman internasional yang mereka miliki, membuka cakrawala berpikir baru bagi para pelajar.

Dengan pendekatan berbasis cerita dan budaya, program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris.

KJRI San Francisco memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti di Belitung saja, melainkan akan dikembangkan di berbagai daerah lain di Indonesia sebagai bagian dari upaya keberlanjutan penguatan pendidikan berbasis keterlibatan diaspora. 

(Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved