Berita Belitung
3 Sosok Kartini DPRD Belitung, Suara Perempuan dari Gedung Wakil Rakyat
Setidaknya ada tiga perempuan di DPRD Kabupaten Belitung menjelma menjadi sosok Kartini masa kini.
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Semangat Hari Kartini masih terus hidup dari generasi ke generasi, dan setidaknya ada tiga perempuan di DPRD Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelma menjadi sosok Kartini masa kini.
Mereka hadir dari latar belakang yang berbeda.
Ada yang mengawalinya dari seorang pengusaha, perempuan muda dengan pendidikan tinggi, dan seorang ibu rumah tangga.
Namun ketiganya bersatu dalam ruang pengabdian di lembaga legislatif, membawa suara masyarakat, terutama perempuan.
Vina Cristyn Ferani menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Belitung.
Perjalanannya tidak dimulai dari panggung politik.
Sebelumnya, ia adalah seorang pengusaha.
Ia bahkan pernah merintis dari menjadi salesman sebelum memimpin perusahaan distribusi.
Dunia usaha membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan terlatih mengambil keputusan.
“Begitu ada kesempatan, prinsip saya adalah jadi apapun kita, selalu berikan yang terbaik,” ujar Vina seperti disiarkan melalui Facebook Pos Belitung, Senin (21/4/2025).
Baca juga: 5 Produk Ikan Mendominasi Pasar Ekspor Bangka Belitung, Sejak 2024 Negara Ini Jadi Tujuan Baru
Terjun ke politik hingga terpilih sebagai anggota legislatif pada 2019, Vina mengaku semangat perjuangan Kartini menjadi inspirasinya.
Ia menyadari bahwa tantangan perempuan zaman sekarang berbeda dengan masa Kartini.
Kini, akses pendidikan dan ruang berkembang sudah terbuka lebar, namun stigma dan penghakiman sosial, terutama di media sosial, masih membayangi langkah perempuan.
“Perempuan masih dinilai dari status sosial, pernikahan, hingga pendidikan.
Tapi kita punya kesempatan besar.
Di politik, misalnya, ada kebijakan kuota 30 persen caleg perempuan.
Ini peluang yang harus kita ambil,” katanya.
Di usianya yang masih muda, Yola Junita menjadi wajah segar di DPRD Kabupaten Belitung.
Baru terpilih pada 2024, Yola yang kini berusia 28 tahun mengaku terjun ke dunia politik karena ingin memberi dampak lebih luas.
Lulusan Magister Kesehatan Masyarakat ini merasa bahwa bekerja di sektor swasta tidak cukup untuk menyalurkan niatnya membantu orang lain.
“Kalau terjun ke politik, saya bisa bantu lebih banyak orang, turun langsung ke masyarakat,” ucap Yola.
Langkahnya tentu tidak mulus.
Sebagai perempuan muda, ia tak luput dari pandangan sinis.
Namun ia memilih untuk menguatkan mental dan tetap fokus pada apa yang ingin diperjuangkan.
“Kalau sudah terjun, jangan setengah-setengah.
Kita harus belajar dari orang-orang yang lebih dulu berpengalaman, banyak bergaul, dan menyerap ilmu.
Karena perjuangan kita hari ini juga bentuk lanjutan dari semangat Kartini,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Belitung ini.
Sementara itu, Ferliza datang dari jalur yang lebih sunyi, tapi tak kalah bermakna.
Seorang ibu rumah tangga yang selama ini aktif di masyarakat dan posyandu, Ferliza memutuskan terjun ke dunia politik karena ingin menyuarakan suara-suara yang selama ini jarang terdengar.
“Sebagai ibu rumah tangga, saya tahu betul bagaimana realita ekonomi, kebutuhan anak, dan keseharian perempuan di rumah.
Dari situ saya merasa, suara perempuan juga harus ada dalam pengambilan keputusan,” katanya.
Didukung suami, keluarga, dan lingkungannya, Ferliza mantap mencalonkan diri dan akhirnya lolos ke DPRD.
Kini, sebagai Sekretaris Komisi II, ia terus membawa semangat perjuangan perempuan.
Ia mengutip Soe Hok Gie, “Perempuan akan selalu di bawah laki-laki kalau yang diurusi hanya baju dan kecantikan.”
Menurutnya, perempuan perlu lebih dari sekadar tampil, mereka harus berani memutuskan dan memimpin.
“Mungkin masih ada yang merasa tabu dipimpin perempuan.
Tapi itu tantangan yang harus kita hadapi. Jangan takut,” ucapnya.
Baca juga: Kalender 2025 Lengkap 21 April 2025 Memperingati Hari Apa? Ada Peringatan Hari Kartini
Tiga perempuan ini, Vina, Yola, dan Ferliza berdiri di panggung politik Belitung bukan hanya sebagai representasi gender, tapi sebagai simbol semangat perjuangan, seperti yang dulu ditanamkan Kartini.
Mereka menunjukkan bahwa ruang politik bukan hanya milik kaum laki-laki, dan bahwa dari latar belakang apapun, perempuan bisa hadir membawa perubahan.
Saksikan selengkapnya bincang dengan di Dialog Ruang Kita Pos Belitung bertajuk Suara Kartini di Pulau Timah melalui Facebook dan YouTube Pos Belitung.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
sosok Kartini
DPRD Kabupaten Belitung
Vina Cristyn Ferani
Yola Junita
Ferliza
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Posbelitung.co
| Dispar Belitung Gandeng OPD dan Pelaku Wisata Bersihkan Sampah Pulau Lengkuas |
|
|---|
| Korban Tersengat Listrik di Belitung Alami Luka Bakar, Polisi Ungkap Kronologi |
|
|---|
| Warga Tersengat Listrik Saat Tebang Pohon di Tanjung Baruk, Rio Sempat Dengar Ledakan |
|
|---|
| Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohon di Tanjungpandan |
|
|---|
| Kuota Sertifikat Halal di Belitung Masih Melimpah, 2.000 UMKM Belum Memiliki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250421-Sosok-Kartini.jpg)