Berita Belitung

Deteksi Dini Kunci Tumbuh Kembang Anak, Waspadai Tanda Keterlambatan di Usia 18 Bulan

Orang tua diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak sejak usia dini.

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
BERSAMA ANAK-ANAK SPESIAL - Wakil Bupati Belitung Syamsir, Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belitung Nuryanti, Ketua Persatuan Istri Anggota (PIA) DPRD Belitung, Fuji Hilman, berfoto bersama anak-anak spesial BCD saat acara parenting class di Aula Kolong Keramik, Tanjungpandan, Jumat (25/4/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Orang tua diimbau untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak sejak usia dini.

Menurut Penanggung Jawab Belitung Child Development (BCD), Fefi Nuryanti, usia 18 bulan sudah cukup untuk mulai melakukan deteksi dini jika ada gejala perkembangan yang tidak sesuai dengan tahap usia.

“Banyak orang tua baru menyadari setelah anak usia 4 atau 5 tahun, padahal intervensi itu paling efektif dilakukan sejak dini. Kalau menjelang dua tahun anak belum bisa mengucapkan kata bermakna atau belum merespons saat dipanggil, itu sudah tanda untuk segera diperiksakan ke dokter atau psikolog,” kata Fefi usai kegiatan Parenting Class di aula Kolong Keramik, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (25/4/2025).

Ia menambahkan, keterlambatan perkembangan seperti kemampuan bicara, respons sosial, atau keterampilan motorik bisa mulai diamati sejak anak berusia 18 bulan.

Deteksi yang terlambat kerap membuat proses terapi menjadi lebih kompleks karena anak sudah menghadapi lebih banyak tantangan perkembangan.

Sayangnya, kesadaran masyarakat di Belitung terkait hal ini masih rendah.

Fefi menyebut pemahaman soal pentingnya intervensi sejak dini menjadi tantangan tersendiri di daerah.

“Kami sering menerima anak yang baru dibawa ke rumah terapi di usia sekolah. Padahal kalau dari awal sudah diperiksa, banyak potensi yang bisa dibantu berkembang,” ujarnya.

Melalui kegiatan parenting class, BCD ingin meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih tanggap terhadap perkembangan anak.

“Jangan tunggu anak usia lima tahun baru panik. Begitu terlihat ada keterlambatan, langsung periksakan. Layanan di Belitung sudah ada, tinggal bagaimana orang tua lebih aware,” tambahnya.

Parenting Class yang digelar dalam rangka Hari Kesadaran Autisme Sedunia ini sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Belitung, Syamsir, Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belitung, Nuryanti, Ketua Persatuan Istri Anggota (PIA) DPRD Belitung, Fuji Hilman, Kepala DSPPPA Kaupaten Belitung, Kasimin, serta pihak terkait lainnya.

 (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved