Berita Belitung

Program MBG Belitung Terhenti Lantaran Renovasi Dapur dan Sertifikasi Penyaji Makanan

Pihak pelaksana menyebut saat ini masih dilakukan sejumlah pembenahan di dapur umum SPPG Jalan Akil Ali, Kabupaten Belitung.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
DAPUR UMUM MBG - Suasana Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Akil Ali, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (15/5/2025). Terlihat gerbang tertutup rapat dan mobil yang terparkir di dalam. Program MBG di sejumlah sekolah di Kabupaten Belitung telah terhenti selama dua minggu. Pihak pelaksana menyebut. saat ini masih dilakukan sejumlah pembenahan di dapur umum SPPG Jalan Akil Ali, termasuk renovasi dan sertifikasi penyaji makanan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih terhenti sejak awal Mei lalu.

Setelah dua pekan terhenti, pihak pelaksana menyebut saat ini masih dilakukan sejumlah pembenahan di dapur umum SPPG Jalan Akil Ali, termasuk renovasi dan sertifikasi penyaji makanan.

Maulana, perwakilan Yayasan Prabu Center 08 yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pelaksanaan program MBG di Kabupaten Belitung, mengatakan bahwa renovasi dilakukan karena masih ada penyesuaian terhadap standar.

“Dapurnya sudah punya flow, tapi ada yang perlu ditingkatkan. Ini untuk anak-anak, jadi harus hati-hati. Ada 13 catatan dari tim pusat, seperti penambahan tempat cuci menjadi dua, penambahan blower, perluasan area, dan pemetaan ulang IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah, red),” kata Maulana, Kamis (15/5/2025).

Ia menyebut renovasi diperkirakan berlangsung selama 15 hari sejak dimulai, namun belum menyebut tanggal pastinya.

“Baru pekan kemarin Tim BGN datang. Sebelumnya, kami diminta setop sementara,” ungkapnya.

Menurut Maulana, selain fisik dapur, saat ini juga sedang berlangsung pelatihan bagi ibu-ibu penyaji makanan.

Sekitar 20 orang dilatih untuk mendapat sertifikat laik higiene agar saat dapur kembali beroperasi, setidaknya separuh dari tenaga penyaji sudah tersertifikasi.

Maulana juga memastikan bahwa alasan penghentian distribusi program MBG bukan karena masalah pembiayaan.

“Dana dari pusat aman dan sudah tersedia, jadi ini lebih ke perbaikan kualitas dan manajemen. Sekarang upah pekerja juga disesuaikan, dari sistem bulanan menjadi harian,” jelasnya.

Meski begitu, belum ada kepastian kapan dapur akan benar-benar kembali beroperasi.

Pihak yayasan menyebut akan memberi pengumuman resmi jika dapur sudah siap dan program bisa berjalan kembali.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved