Berita Belitung
Kemenag dan FKUB Belitung Dorong Edukasi Moderasi Beragama
Potensi radikalisme berbasis pemahaman keagamaan di Kabupaten Belitung menjadi perhatian serius
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO, BELITUNG — Potensi radikalisme berbasis pemahaman keagamaan di Kabupaten Belitung menjadi perhatian serius dalam forum Dialog Kerukunan Lintas Agama yang digelar di Gedung PLHUT Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (28/6/2025).
Terungkap bahwa Belitung berada di peringkat ke-13 secara nasional dalam indeks potensi radikalisme yang disampaikan oleh Kasatgaswil Densus 88 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Maslikan, saat menyampaikan materi melalui sambungan zoom
Indeks tersebut menunjukkan kecenderungan pemahaman yang menyimpang dari prinsip moderasi beragama.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Belitung, Suyanto, menegaskan bahwa temuan ini menjadi alarm bagi seluruh elemen, terutama lembaga keagamaan, untuk meningkatkan edukasi di masyarakat.
Ia menyebut, penanganan terhadap potensi intoleransi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi lintas pihak.
“Ini pekerjaan bersama. Kita harus memberi pemahaman bahwa toleransi bukan sekadar sikap, tapi bagian dari ajaran inti dalam semua agama,” katanya usai acara.
Baca juga: IPB Gandeng Pulau Seliu Perkuat Inovasi Agromaritim dan SDM Berbasis Riset, KKNT 2025 di Belitung
Kementerian Agama Belitung, lanjut Suyanto juga telah merancang langkah lanjutan berupa penguatan literasi keberagamaan di lingkungan pendidikan dan komunitas keagamaan.
Ia menambahkan, upaya preventif akan diperkuat dengan melibatkan tokoh agama, guru, dan penyuluh.
Senada dengan itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belitung, Harmizi, menyampaikan bahwa persepsi masyarakat terhadap agama yang terlalu sempit dapat menjadi celah masuknya paham radikal.
Karena itu, FKUB mendorong peningkatan edukasi dan dialog lintas iman sebagai langkah konkret membendung intoleransi.
FKUB juga merencanakan pembentukan jaringan kerukunan di tingkat desa dan kelurahan agar deteksi dini potensi radikalisme bisa dilakukan lebih cepat dan kontekstual.
Selain itu, pendekatan kultural melalui kunjungan langsung ke komunitas juga menjadi strategi penting yang terus dilakukan.
Ia pun menekankan pentingnya peran para pendakwah dan tokoh agama untuk menanamkan nilai-nilai toleransi.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
| Dispar Belitung Gandeng OPD dan Pelaku Wisata Bersihkan Sampah Pulau Lengkuas |
|
|---|
| Korban Tersengat Listrik di Belitung Alami Luka Bakar, Polisi Ungkap Kronologi |
|
|---|
| Warga Tersengat Listrik Saat Tebang Pohon di Tanjung Baruk, Rio Sempat Dengar Ledakan |
|
|---|
| Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Tebang Pohon di Tanjungpandan |
|
|---|
| Kuota Sertifikat Halal di Belitung Masih Melimpah, 2.000 UMKM Belum Memiliki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20250629-Kemenag-Belitung.jpg)