Berita Belitung

Mahasiswa KKN-T IPB Bantu Kembangkan Wisata dan UMKM Desa Badau Belitung

Di sektor UMKM, Desa Badau memiliki produk olahan berbasis nanas seperti coklat dan dodol nanas, yang kini lesu akibat minimnya kunjungan.

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Tim KKN-T IPB
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK - Foto bersama mahasiswa dan dosen IPB yang sedang melaksanakan KKN-T di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru-baru ini. Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menggerakkan program pengembangan wisata dan UMKM di Desa Badau, Kecamatan Badau. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggerakkan program pengembangan wisata dan UMKM di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Beiltung.

Dalam waktu singkat, sembilan mahasiswa yang dibimbing oleh Hirmas Fuady Putra memetakan potensi desa serta menyusun strategi yang diarahkan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan menghidupkan kembali sektor ekonomi lokal.

Survei awal menunjukkan masih banyak potensi unggulan yang belum tergarap maksimal.

Wisata alam Batu Mentas dan Museum Badau menjadi titik fokus pengembangan.

Sementara di sektor UMKM, Desa Badau memiliki produk olahan berbasis nanas seperti coklat dan dodol nanas, yang kini lesu akibat minimnya kunjungan.

Humas Tim KKN-T IPB, Laila Ramadini menyebut program mereka mencakup penguatan tiga aspek yakni revitalisasi objek wisata, inovasi produk UMKM, dan pelatihan sumber daya manusia. 

Mereka menggagas pembuatan camp ground di Batu Mentas, memetakan ulang Museum Badau, serta mendampingi UMKM dalam proses sertifikasi halal dan desain ulang kemasan.

“Pasca Covid, dengan pengelolaan yang lebih baik, wisata Batu Mentas sudah cukup menunjukkan kenaikan kunjungan yang signifikan,” kata Laila, Minggu (29/6/2025).

Namun, diskusi dengan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) menunjukkan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pemasukan serta menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Selain itu, tim juga menyiapkan pelatihan promosi digital bagi warga agar mampu mengelola pariwisata secara mandiri.

Menurut Laila, mahasiswa IPB percaya bahwa dengan sentuhan inovasi dan pendampingan yang tepat, pariwisata dan perekonomian Desa Badau dapat tumbuh lebih kuat.

Ia menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak.

“Keberhasilan upaya ini tentu tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, komunitas lokal, hingga masyarakat Desa Badau sangat dibutuhkan,” ujarnya. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved