Advetorial

Petani dan Peternak Lokal Tampilkan Hasil Usaha di Belitung Expo 2025

Berbagai produk hasil pertanian dan peternakan ditampilkan oleh kelompok masyarakat binaan, sebagai wujud nyata dari pemberdayaan ekonomi

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Hendra
IST
Kelompok tani mitra harapan mengembangkan pertanian dengan hidroponik 

SEMANGAT kemandirian dan kerja keras masyarakat lokal menjadi sorotan dalam Belitung Expo 2025 yang akan digelar pada 1-5 Juli di Tanjungpendam, Belitung. 

Berbagai produk hasil pertanian dan peternakan ditampilkan oleh kelompok masyarakat binaan, sebagai wujud nyata dari pemberdayaan ekonomi yang terus tumbuh di Kabupaten Belitung.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah keberhasilan Kelompok Tani Mitra Harapan, yang mengembangkan pertanian hidroponik di lahan terbatas. Dalam panen perdananya, kelompok ini berhasil menghasilkan 300 kilogram sawi pakcoy.

Selain sawi pakcoy, mereka juga mulai mencoba membudidayakan selada dan jenis sayuran lainnya sebagai alternatif produk yang bernilai jual tinggi.

Koperasi Sinar Aik Bulan memproduksi ratusan telur per hari, bagian dari program pemberdayaan ekonomi produktif
Koperasi Sinar Aik Bulan memproduksi ratusan telur per hari, bagian dari program pemberdayaan ekonomi produktif (IST)

"Saya baru pertama kali mengenal hidroponik, dan ternyata menyenangkan. Kami belajar dari nol, mulai dari penyemaian hingga panen," ujar Ketua Kelompok Tani Mitra Harapan, Yudi.

Ia mengaku, awalnya ragu tanaman bisa tumbuh hanya dengan media air, namun pengalaman langsung di lapangan membuktikan sebaliknya.

Hidroponik menawarkan banyak keunggulan, termasuk efisiensi lahan dan nutrisi. Namun perawatan yang konsisten merupakan hal penting, terutama saat tanaman mulai besar dan rentan terhadap hama.

Di bidang peternakan, Koperasi Sinar Aik Bulan berhasil memproduksi telur hingga mencapai 400 hingga 450 butir per hari. Namun usaha ini juga memiliki tantangan seperti tingginya harga pakan.

"Setiap hari saya bersihkan kandang, beri pakan, dan rawat ayam-ayam. Untung bersih memang tidak besar, tapi hasilnya bisa dirasakan," ungkap Ketua Koperasi Sinar Aik Bulan, Purnawarman.

Berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi produktif yang difasilitasi oleh PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya di Belitung.

Kelompok tani mitra harapan mengembangkan pertanian dengan hidroponik
Kelompok tani mitra harapan mengembangkan pertanian dengan hidroponik (IST)

Melalui pendampingan, pelatihan, dan akses terhadap sarana produksi, masyarakat diberi peluang untuk mandiri dan mengembangkan usaha sesuai potensi lokal.

"Partisipasi kami di Belitung Expo bukan hanya untuk memperkenalkan produk, tapi juga untuk menunjukkan bagaimana program pembinaan yang kami lakukan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar Pimpinan PT Forestalestari Dwikarya, Imam Munandar.

Menurutnya, Belitung Expo 2025 menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha kecil dan petani lokal untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Lebih dari sekadar pameran, acara ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, masyarakat mampu menjadi penggerak utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

Diketahui, sebanyak 10 UMKM binaan PT Forestalestari Dwikarya dan PT Palmindo Billiton Berjaya akan berpartisipasi dalam acara tahun ini. Selain hidroponik dan telur, produk yang ditampilkan mencakup camilan, beras hingga pupuk cair.

Kunjungi booth nomor 14 dan 15 Belitung Expo 2025 untuk melihat aneka produk dan mengetahui informasi lebih lanjut. (adv/E6)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved