Berita Belitung
BI Gandeng TPID Belitung dan Beltim Dorong Kapasitas Petani dan Nelayan
Penguatan sektor pertanian dan perikanan juga penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional
POSBELITUNG.CO – Bank Indonesia (BI) menggandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Belitung dan Belitung Timur, serta menghadirkan narasumber guna mendorong peningkatan kapasitas kelompok tani dan nelayan.
Melalui upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah dan mengembangkan alternatif inovasi pengendalian inflasi.
"Sehingga TPID, kelompok tani, kelompok nelayan bisa mengetahui potensi mereka, kemudian alternatif inovasi yang bisa dilakukan untuk membantu pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi," jelas Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Beny Okta, di sela kegiatan capacity building pengendalian inflasi, di Hotel BW Suite Belitung, Rabu (20/8/2025).
Beny mengatakan penguatan sektor pertanian dan perikanan juga penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2030 sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita.
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada semester lalu baru mencapai 4,05 persen.
Karena itu, diperlukan sektor-sektor alternatif selain industri pengolahan seperti tambang dan CPO (crude palm oil).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bangka Belitung Seminggu ke Depan, BMKG Imbau Waspada Hujan Sedang hingga Lebat
Sementara itu, BI mencatat tingkat inflasi di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur berada di atas rata-rata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Diketahui inflasi di Kabupaten Belitung Timur mencapai 3,50 persen dan di Kabupaten Belitung 2,67 persen pada Juli 2025 (year on year).
Prosentase ini lebih tinggi dari tingkat inflasi provinsi yang baru berada di angka 2,05 persen.
“Memang kami fokuskan untuk Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, karena dengan TPID kami memantau ini secara provinsi (Babel), paling tinggi di dua kabupaten ini,” jelas Beny Okta.
Walau secara nasional angka tersebut masih berada dalam koridor yang ditetapkan, namun BI melihat potensi risiko yang cukup tinggi ke depannya.
Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kemudian sebagian besar komoditas penyumbang inflasi berasal dari kelompok pangan, seperti ikan, bawang merah, dan daging ayam.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
| Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Kapolda Babel Gelar Bedah Rumah hingga Bansos di Belitung |
|
|---|
| Imigrasi Tanjungpandan Perkuat Pengawasan WNA, Soroti Haji Non-Prosedural dan Visa Atlet |
|
|---|
| Sempat Batal Akibat Baling-Baling Tersangkut Sampah, Express Bahari 3E Kembali Beroperasi |
|
|---|
| Gegara Sampah Jumbo Bag, Kapal Express Bahari 3E Alami Kerusakan, Kini Sudah Siap Berlayar Lagi |
|
|---|
| Laka Tunggal, Truk Pengangkut BBM Terbalik Gegara Gagal Nanjak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20210914_ppn-tanjungpandan-belitung.jpg)