Rismon Takut Ditangkap Hingga Akhirnya Minta Maaf Pada Jokowi
Rismon sempat mengungkapkan ketakutan dirinya soal isu akan ditangkap polisi.
Ringkasan Berita:
- Ahli forensik digital Rismon Sianipar akhirnya mengakui ijazah Jokowi asli.
- Ajukan restorative justice ke Polda Metro Jaya dan minta maaf pada Jokowi.
- Rismon sempat mengungkapkan ketakutan dirinya soal isu akan ditangkap polisi.
POSBELITUNG.CO - Fakta terungkap di balik sikap melunak ahli forensik digital Rismon Sianipar terhadap mantan Presiden Jokowi.
Rismon yang berstatus tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, ternyata sempat mengungkapkan ketakutan dirinya ditangkap polisi.
Ketakutan Rismon itu terjadi beberapa hari sebelum ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Jokowi.
Rismon meminta maaf atas kekeliruannya melakukan penelitian keabsahan ijazah Jokowi.
Hal itu diungkap oleh podcaster sekaligus pengelola YouTube Sentana TV, Mikhael Sinaga.
Rismon bahkan meminta tolong kepada Mikhael untuk menulis surat permintaan maaf kepada Jokowi, meski surat itu akhirnya urung dikirim.
Rismon yang berstatus tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, juga sempat mengajukan pertemuan dengan Jokowi di kediaman sang mantan presiden di Solo.
Mikhael mengatakan ketakutan Rismon itu disampaikan sebelum acara bedah buku Gibran End Game di Bandung, Jawa Barat.
Rismon menjadi salah satu tersangka kasus pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah Jokowi. Ia masuk dalam satu klaster bersama tersangka lain yakni pakar telematika Roy Suryo dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa.
"Beberapa minggu yang lalu memang sudah ada tanda-tanda saat bedah buku (Gibran End Game) bersama Pak Rizal (Fadillah, tersangka kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi) di Bandung."
"Malam sebelumnya, Bang Rismon itu memang takut mau ditangkap. Ada isulah, tapi entah isu dari mana," katanya dikutip dari YouTube Sentana TV, Kamis (12/3/2026).
Setelah itu, Mikael menyebut Rismon meminta tolong kepadanya agar dibuatkan surat yang ditujukan kepada Jokowi.
Dalam surat tersebut, Rismon meminta agar bisa bertemu Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Adapun maksud pertemuan itu membicarakan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
"Kami selaku perwakilan tim manajemen buku Gibran End Game karya Rismon Hasiholan Sianipar dengan ini mengajukan pertemuan ke kediaman Bapak Joko Widodo."
"Adapun silaturahmi ini bertujuan untuk mendiskusikan polemik yang berkepanjangan dan menyita perhatian publik sekian lama serta meluruskan hal-hal yang ada di buku ini langsung ke sumbernya, yaitu Bapak Joko Widodo," katanya saat membacakan surat tersebut.
Mikael mengatakan tulisan surat tersebut lantas dikirimkan kepada Rismon melalui pesan singkat sebelum dikirimkan kepada Jokowi.
Setelah itu, Rismon lantas menyetujuinya dan meminta agar langsung dikirimkan ke mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Itu saja di-print langsung tanda tangani. Suratnya sudah cukup seperti itu, cukup nggak ada yang mau lae (saya) koreksi. Jokowi nggak suka surat panjang, dia nggak suka baca," kata Mikael membacakan balasan dari Rismon.
Namun, Mikael mengatakan surat tersebut berujung tidak dikirimkan kepada Jokowi setelah dirinya meminta pendapat dari berbagai pihak.
Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli
Sebelumnya, pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Rismon melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Setelah kerap menyatakan ijazah Jokowi palsu, kini Rismon menyebut ijazah milik mantan Wali Kota Solo itu adalah asli.
Adapun hal itu dinyatakannya melalui penelitian ulang yang dilakukannya dalam dua bulan terakhir.
Mulanya dia menyebut bahwa hasil penelitiannya yang tertuang pada buku Jokowi's White Paper bersama dengan Roy Suryo dan Tifa memiliki kesalahan.
Namun, Rismon menegaskan hanya hasil penelitiannya saja yang mengandung kesalahan.
Dia mengungkapkan penelitian yang dilakukannya tidak bergantung pada hasil riset yang dilakukan oleh Roy maupun Tifa.
"Oleh karena independensi tersebut, maka saya sebagai peneliti secara terbuka mengatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang lengkap, akibat rotasi, atau translasi, atau resolusi pada data yang saya uji," katanya.
"Oleh karena itu, sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran yakni kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas dalam temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya," sambungnya.
Dengan kesalahan tersebut, Rismon pun meminta maaf kepada Jokowi atas tuduhannya selama ini.
"Temuan saya sebelumnya yang telah melukai, membuat commotion (kegaduhan) dalam perkembangan kita akhir-akhir ini melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi," katanya.
Rismon menjelaskan bahwa kesalahan penelitiannya terkait dengan watermark dan emboss pada ijazah Jokowi.
Dia menegaskan, berdasarkan penelitian ulang yang dilakukannya, dua komponen tersebut terbukti ada pada ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu.
"Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama emboss, itu memang ada di dalam dokumen tersebut."
"Saya uji dengan gradien analysis dan uji-uji lainnya dan metodologi yang sama dalam buku JWP tetapi dengan melibatkan variabel translasi, rotasi, maupun pencahayaan akibat objek yang kita analisa itu terpengaruh oleh sejumlah operasi geometri, maka temuan-temuan itu saya temukan dengan teliti dan saya uji ulang selama dua bulan ini," jelasnya.
Melalui hasil temuan barunya itu, Rismon pun menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli.
"(Temuan barunya) membuktikan bahwa permasalahan authenticity atau keaslian dokumen (ijazah Jokowi) itu secara digital forensik menjadi tidak terbukti dan menyanggah temuan saya di buku Jokowi's White Paper meskipun menggunakan puluhan metodologi-metodologi yang sama," jelasnya.
Rismon mengungkapkan kesalahan dalam penelitian yang dilakukannya menjadi wujud bahwa dunia akademik yakni selalu ada pembaharuan atau ongoing, progresif, dan bisa "melukai" periset.
Di sisi lain, dia mengatakan temuan barunya itu kini telah disampaikan kepada penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (11/3/2026).
Pada akhir pernyataannya, Rismon menegaskan penelitian tentang ijazah Jokowi yang dilakukannya selama ini tidak mengandung motif politis,
Ia mengatakan apa yang dilakukannya murni karena keingintahuannya semata sebagai peneliti.
"Apa yang saya lakukan murni ilmiah tanpa motivasi politik, tanpa motivasi apa pun. Murni hanya karena rasa ingin tahu saya sebagai peneliti di bidang digital image processing pada awal tahun 2025," katanya.
Rismon Ajukan Restorative Justice
Selain mengakui ijazah Jokowi asli, Rismon juga mengajukan permohonan keadilan restoratif atau restorative justice kepada Polda Metro Jaya.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin mengatakan permohonan tersebut diajukan Rismon sejak pekan lalu.
"Memang betul salah satu tersangka RHS (Rismon Sianipar) bersama dengan pengacaranya hari ini datang ke kami mempertanyakan perkembangan surat yang pernah diajukan yang bersangkutan."
"Jadi beberapa hari lalu atau seminggu lalu, Saudara RHS dan pengacaranya ini mengajukan permohonan restorative justice kepada penyidik," katanya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia mengungkapkan Rismon dan pengacaranya telah menyambangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan pengajuan permohonan restorative justice tersebut.
"Dan hari ini (kemarin) Saudara RHS dengan lawyer-nya menanyakan perkembangan permohonan restorative justice yang diajukan dengan kesadarannya," tuturnya.
Namun, Iman enggan mengungkap lebih lanjut tentang detail permohonan yang diajukan Rismon tersebut.
"Kalau teman-teman mau menanyakan lebih jauh, bisa menanyakannya ke yang bersangkutan. Mereka ini masih ada di Polda Metro," tuturnya.
Roy Suryo Tak Bergeser 0,1 Persen Pun
Berbeda dengan pakar telematika, Roy Suryo, tetap berpendirian bahwa ijazah milik Jokowi adalah palsu, meski rekannya yaitu ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar telah bersikap sebaliknya.
Roy Suryo mengungkapkan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma, turut bersikap sama dengannya yakni menyatakan ijazah Jokowi adalah palsu.
"Insya Allah kami tetap amanah untuk meneruskan semua yang sudah dilakukan selama ini secara ilmiah, bertanggung jawab dan tidak bergeser 0,1 persen pun dari simpulan yang selama ini sudah disampaikan (ijazah Jokowi palsu)," katanya dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com, Kamis (12/3/2026).
Dengan sikap ini, Roy Suryo menegaskan pengakuan Rismon bahwa ijazah Jokowi asli tidak perlu dikaitkan dengannya maupun Dokter Tifa.
Roy Suryo menegaskan pernyataan dalam video tersebut adalah pernyataan pribadi dari Rismon.
"Statement RHS (Rismon Hasiholan Sianipar) selama 11 menit 3 detik yang menyatakan bahwa dirinya menyatakan ada 'kekeliruan dan bisa berbeda' dalam penelitiannya, bahkan yang sudah dituliskannya dalam bagian buku JWP (Jokowi's White Paper) adalah memang hanya statement pribadi Saudara RHS sendiri dan tidak perlu disangkut pautkan dengan kami selaku sesama penulis JWP," ujarnya.
Ia juga tidak ingin dikaitkan dengan permintaan maaf Rismon kepada Jokowi terkait kekeliruan dalam penelitian soal ijazah milik mantan Wali Kota Solo tersebut.
Kendati demikian, Roy Suryo tetap menghormati sikap Rismon meski kini telah tidak sejalan.
"Jadi jika kemudian ada statement selanjutnya di dalamnya yang mana RHS menyatakan 'minta maaf' ke Jokowi, maka itu juga merupakan statement pribadi dan bukan tanggung jawab kami, meski secara personal saya tetap menghormati hak pribadi saudara RHS sendiri," katanya.
Jokowi akan memaafkan Rismon?
Projo, organisasi pendukung Jokowi, meyakini Jokowi akan memaafkan Rismon yang berulang kali menuding ijazah Jokowi palsu.
"Saya yakin secara pribadi Pak Jokowi pasti memaafkan Rismon yang sudah menyatakan permintaan maafnya kepada Pak Jokowi melalui video," kata Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik kepada Tribunnews, Kamis, (12/3/2026).
Meski demikian, Freddy mengingatkan bahwa kasus tudingan ijazah palsu sudah menjadi permasalahan hukum dan disorot masyarakat tanah air selama lebih dari setahun belakangan.
"Kerusakan yang ditimbulkan oleh tuduhan dan fitnah Rismon dkk. ini sudah sangat banyak dan fatal, harusnya ruang publik kita dipenuhi dengan diskusi yang membangun, malah disibukkan membahas fitnah mereka selama 1 tahunn lebih. Apakah cukup dengan permintaan maaf Rismon, masalah hukum bisa berhenti dengan RJ (restorative justice)?" ucap Freddy.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya, Rismon memang mengajukan permohonan RJ kepada penyidik.
RJ adalah pendekatan penyelesaian perkara pidana yang mengedepankan dialog, mediasi, serta upaya pemulihan hubungan antara pelaku dan pihak yang dirugikan.
"RJ itu pemulihan keadaan korban (Pak Jokowi) kepada keadaan semula, sedangkan kita lihat framing di media masih banyak yang mengatakan bahwa RJ yang dilakukan Rismon ini adalah upaya pecah belah Pak Jokowi, Pak Jokowi takut perkara ini sampai ke persidangan," kata Sekjen Projo itu.
Freddy merasa satu-satunya cara mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa ijazah Jokowi asli adalah melalui proses hukum setidaknya sampai putusan pengadilan tingkat pertama. Lewat proses itu, masyarakat bisa melihat pembuktian di pengadilan.
Dia mengklaim Jokowi sejak awal tidak mencari siapa yang kalah atau menang. Yang diinginkan Jokowi, menurut Freddy, adalah agar ruang publik Indonesia tetap berbasis fakta.
"Bayangkan saja kalau ruang publik dipenuhi dengan tuduhan tuduhan tanpa fakta dan bukti, hanya atas nama kebebasan berpendapat, akademis/ilmiah versi sendiri, kemudian ketika diproses hukum menyatakan itu kriminalisasi, maka ruang publik kita akan menjadi rusak, dan publik tidak akan pernah mendapatkan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya," kata dia menjelaskan.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto, Febri Prasetyo)
| Profil Irwan Arya Mantan Ketua DPRD Morowali yang Laporkan Rismon Sianipar Soal Buku Gibran End Game |
|
|---|
| JK Tegaskan Netral soal Ijazah Jokowi, Minta Diselesaikan dengan Fakta: Sudahlah, Kasih Lihat Saja |
|
|---|
| Rismon Sianipar Resmi Terima SP3, Di Tempat Lain Roy Suryo Singgung Kepribadian Ganda |
|
|---|
| 7 Tahun Jadi Paspampres Perisai Jokowi, Windra Sanur Pamit Jadi Kasdim Tigakarsa |
|
|---|
| JK Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli demi Akhiri Kegaduhan di Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Rismon-Sianipar-minta-Maaf-ke-Jokowi-dan-ajukan-RJ-Roy-Suryo-tetap-sebut-ijazah-palsu.jpg)