Wanita Cantik Ini Dulu Dicaci, Kini Jadi Model Majalah Pria Terkenal

Pada bulan Oktober 2015 silam, majalah khusus pria dewasa, Playboy, mengumumkan perubahan konsep konten secara besar-besaran.

Editor: Kamri
NEXTSHARK.COM
Sarah McDaniel berpose dalam sebuah pemotretan majalah. 

POSBELITUNG.COM – Pada bulan Oktober 2015 silam, majalah khusus pria dewasa, Playboy, mengumumkan perubahan konsep konten secara besar-besaran.

Lalu, untuk merayakan edisi ke-62 terakhir dengan halaman nudity, Playboy memilih Model dan aktris, Pamela Anderson, untuk berpose seksi di halaman tengah majalah.

Pada bulan Januari 2016, Playboy konsep baru beredar di pasaran. Publik dan penggemar dibuat penasaran dengan isi majalah.

Selain itu, publik juga penasaran siapa Model wanita yang akan berpose di sampul majalah tersebut.

Ternyata, Model yang terpilih untuk tampil di sampul adalah Sarah McDaniel (19).

Salah satu faktor yang membuat Sarah terpilih adalah jumlah follower Instagramnya yang tinggi dan dia terbilang sangat populer di kalangan muda pengguna aktif media sosial.

Selain itu, pertimbangan lain memilih Sarah adalah keunikan matanya yang cantik dan menarik perhatian.

Perbedaan warna mata ini bukan diperoleh dari efek lensa kontak, melainkan Sarah menderita heterochromia iridum, kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki dua warna berbeda.

“Aku tidak pernah berniat menjadi model. Aku pernah memimpikannya di usia 16 tetapi aku tidak pernah menyangka bahwa aku menjadi lebih fokus pada modeling,” ujar Sarah.

“Kira-kira dua tahun lalu, saat aku merasa berani dan percaya diri untuk menjajal dunia Model. Aku menjalaninya dengan serius, terutama ketika banyak orang mulai memerhatikanku,” urainya.

Akun Instagram pribadi Sarah memiliki 320.000 followers, tetapi dia tidak menganggap dirinya sebagai Instagram Model.

Sebab, menurut dia, jauh sebelum memiliki Instagram, dirinya sudah aktif sebagai model.

Masa remaja penuh tekanan
Lahir di Roseville, California, AS, Sarah menjalani masa kecil dengan sering berpindah-pindah tempat tinggal karena profesi ayahnya sebagai project manager.

Alhasil, Sarah pun tidak pernah memiliki sahabat dan teman dekat selama masa sekolah. Bahkan, dia mengaku sering mendapatkan perilaku buruk dan cacian dari teman sebayanya di sekolah.

“Gigiku dulu berantakan, sebelum akhirnya aku memakai braces. Aku gemuk dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat aku tertekan. Aku tidak mengerti make up. Jadi, aku tidak mengenakannya sepanjang masa remaja,” kenangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved