Yuk Santai di Ngelakar Coffe Belitong, Varian Kopinya Banyak Banget
kopi toraja, vietnam, dan kochere. Ketiganya diolah dengan cara yang berbeda dan memiliki karakter rasa pun berbeda.
Laporan Wartawan Pos Belitung Idandi Meika Jovanka
POSBELITUNG.COM, BELITUNG – Ngupik khusuk ngelakar syahdu semboyan dari Ngelakar Coffe Belitong. Pameo itu dibuktikan oleh sejumlah penikmat kopi maupun masyarakat Belitung umumnya.
Mereka rela menghabiskan waktu guna menikmati suasana dan sajian yang di tawarkan, Sabtu (5/7/2017).
Malam itu, pukul 19:00 WIB di Jalan Sriwijaya no 11 Tanjungpandan tepatnya di lantai 2 Kalibre terlihat sejumlah pegawai Ngelakar sibuk mengolah dan menyajikan kopi pesanan pelanggannya.
Di bartander terdapat sejumlah toples berisikan beberapa jenis biji kopi seperti aceh gayo, elsavador, ciwidey honey, Find robusta temanggung, Tolu batak, kintamani, dan Kochere.
Pengunjung biasanya memesan minuman di bartender tersebut, setelahnya mereka beranjak ke lantai 2. Di Lantai 2 menyajikan dua suasana berbeda, yaitu dalam ruang menyediakan dekorasi yang mendukung sejumlah spot foto guna memuaskan hati Instagrammer. Lalu, di luar ruangan menyuguhkan panorama kota Tanjungpandan.
Hal itu dibuktikan sejumlah pengunjung sibuk mengabadikan foto di pelbagai sudut ruangan. Satu diantaranya, Suci Eimila sedang asik berfoto ria bersama temannya. Ia mengaku dekorasi yang di usung Ngelakar Coffe mampu membuat suasana nyaman dan betah berada di sana.
Menurutnya Zulkifli, Pemilik Ngelakar Coffe saat ini tempat tongkrongan ada dua macam, yaitu tempat ngopi dan foto. Dua hal inilah yang disuguhkan sekaligus oleh Ngelakar Coffe. Sebagai tempat foto, ia mendesain sedemikian rupa agar memiliki banyak spot foto dengan mengusung konsep urban atau perkotaan.
“Niatnya memberi pilihan kepada masyarakat. Jika di kota besar, saya mungkin bakal bikin tempat ngopi berlatar alam. Sementara, Belitung suasana seperti itu sudah bisa dinikmati di berbagai tempat. Jadi, saya coba kasih pilihan ,” kata Zulfikli
Kemudian sebagai tempat ngopi, Ngelakar menyediakan kopi-kopi unggul dari luar daerah dan luar negeri, seperti aceh gayo, kintamani, ciwidey honey, toraja awan, Afrika, Amerika Latin, Kochere, Vietnam, dan lain sebagainya.
“Kita kasih banyak pilihan kopi, rata-rata banyak dicari dan sudah menang kontes. Tidak hanya itu, pengolahannya juga harus baik. Ciri khas kami, penyajian kopi dibuat di depan pelanggan sehingga mereka mengerti bagaimana pengolahan kopi yang benar,” jelas Zulkifli.
Zulkifli berharapan paradigma masyarakat tentang kopi bukan sekedar direbus lama kemudian diseduh dan disajikan begitu saja. Sebab kopi memiliki karakter yang harus dipahami dan dinikmati, seperti ada yang manis gula, asam, aroma bunga, buah, manis gula palem, dan pahit natural kopi.
Harapan itulah membuat Zulkifli tanpa sungkan mengajak posbelitung mengenal karakteristik kopi. Ia memperkenalkan tiga jenis kopi, yaitu kopi toraja, vietnam, dan kochere. Ketiganya diolah dengan cara yang berbeda dan memiliki karakter rasa pun berbeda.
Satu diantaranya, pengolahan kopi kochere. Biji kopi yang sudah di giling di taruh pada alat tertentu yang memiliki kertas sebagai saringan. Di siram air yang memiliki kadar panas 94 derajat sebanyak 50 cc selama 30 detik. Setelahnya baru disiram lagi air 150 cc selama 3 menit.
“Kita juga menggunakan alat ukur timbangan untuk mengatur waktu, berat, dan suhu. Jenis kopi Kochere tidak pakai air mendidih,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ngelakar-coffe-belitung_20170808_181824.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ngelakar-coffe-belitung_20170808_181957.jpg)