Berita Belitung
Trio Gambus Tiga Generasi Lestarikan Musik Melayu
Petikan jemari pada senar gambus menghasilkan nada yang berpadu. Trio Gambus Tiga Generasi, seperti namanya ditampilkan ketiga pemain
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO-- Petikan jemari pada senar gambus menghasilkan nada yang berpadu. Trio Gambus Tiga Generasi, seperti namanya ditampilkan ketiga pemain yang berbeda usia. Sebut saja Akil Bujang (79), Usni Mariosha (62), dan si cilik Siti Salwa (9).
Empat lagu Melayu Belitung terlantun indah saat ketiganya memainkan gambus saat halal bi halal Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) di rumah adat Belitung, Senin (1/7/2019.). Lagu-lagu berjudul Sayang Ketembab, Kembang Melati, Tepar Gendang, dan Abu Sama dimainkan tiga pemain berbeda usia ini.
Meski ketiganya mampu bermain solois serta memiliki karakter tersendiri dalam permainan gambus, namun musik yang dihasilkan tetap sesuai harmoni.
Melalui Trio Gambus Tiga Generasi ini, Akil Bujang mengatakan keinginannya agar alat musik tradisional ini terus disenangi dan menemukan regenerasi pemainnya. Pria yang mulai belajar gambus pada 1951 di Selat Nasik ini menyampaikan harapannya ini agar anak muda pun memiliki inisiatif untuk belajar.
"Seni gambus jangan sampai hilang, makanya generasi sekarang harus belajar agar ini tidak hilang," ucapnya.
Hal ini membuat ia begitu memuji si kecil Salwa yang mahir memainkan gambus di usianya yang masih belia. Meski baru belajar empat bulan terakhir, Salwa sudah pernah tampil di berbagai event, menunjukkan kebolehannya dalam memainkan alat musik tradisional ini. Makanya ketika memainkan gambus, pelajar yang baru naik kelas 4 SD Negeri 17 Tanjungpandan ini sudah terlihat luwes.
Perkenalan gadis cilik ini dengan gambus berawal dari keinginannya belajar ukulele. Hanya sekedar memetik senar, namun tak bisa memainkannya, ia pun meminta orang tuanya agar bisa belajar. Keinginan belajar sang anak inilah yang akhirnya menjadi bekal orangtuanya membawa Salwa belajar gambus.
Saat belajar, bocah yang juga juara bercerita pada festival lomba seni siswa nasional (FLS2N) Bangka Belitung ini justru sangat menyenangi gambus. Sehingga di sela aktivitas sekolahnya, ia pun rajin berlatih gambus yang diajar Usni Mariosha.
Usni Mariosha sendiri sebenarnya merupakan seniman yang dulunya menggeluti musik pop. Ia mengatakan bahwa perkenalannya dengan gambus pun baru pada 2007, saat dirinya pulang ka kampung halaman Belitung setelah merantau. Dari situ, Usni pun mulai belajar gambus secara otodidak.
Bahkan lebih dari sekedar belajar, berbekal kreativitas yang dimilikinya, pemilik Baro Begado ini juga membuat alat musik gambus di rumahnya Jalan Pasar Baro, Tanjungpandan.
Guru yang mengajarkan Salwa bermain gambus ini pun memang memiliki keinginan kuat agar mempertahankan musik gambus agar semakin dikenal. Dengan mengajarkan anak muda, ia berharap musik gambus terus dikenal dan terus eksis meski zaman terus berkembang.(Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)
Cap: Trio Gambus Tiga Generasi saat memainkan gambus di acara halal bihalal hari jadi kota Tanjungpandan di rumah adat Belitung, Senin (1/7/2019). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/trio-gambus-tiga-generasi.jpg)