Berita Pangkalpinang

Kemenag Pangkalpinang Mewisuda 894 Santri TPQ

Sebanyak 894 santri dari 67 Lembaga Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) yang telah dinyatakan lulus dalam munaqosah mengikuti wisuda.

Penulis: Rusaidah |
Istimewa/Dok. Kemenag Pangkalpinang
Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang mewisuda 894 santri dari 67 Lembaga TPQ. 

POSBELITUNG.CO, PANGKALPINANG - Sebanyak 894 santri dari 67 Lembaga Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) yang telah dinyatakan lulus dalam munaqosah, mengikuti wisuda yang dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang di Bangka City Hotel pada Kamis, 15 Juni 2023.

Rangkaian acara wisuda digelar mulai pukul 08.00 tersebut, dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, H Nasution, Wali Kota Pangkalpinang yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Ahmad Subekti dan Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang H Firmantasi beserta segenap unsur Forkopimda lainnya.

Membacakan laporan pelaksanaan kegiatan, Ketua Panitia Ustaz M Rasyidin menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan akhir dari rangkaian kegiatan belajar santri di TPQ selama tiga tahun ini.

"Para santri yang mengikuti wisuda ini, telah mengikuti rangkaian munaqosah dari tanggal 15 - 16 Februari 2023 lalu dan dinyatakan lulus dengan nilai dan hasil maksimal. Adapun jumlah wisudawan/wisudawati sebanyak 894 santri dari 67 lembaga TPQ," paparnya.

Beliau pun memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan supportnya sehingga pelaksanaan wisuda tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses, terutama kepada ustaz/ustazah dan wali santri yang telah berjuang segenap jiwa raganya untuk masa depan gemilang buah hatinya, menjadi pribadi yang berakhlak mulia Al-Qur'an.

Ia menegaskan, Kementerian Agama terus berupaya merealisasikan visinya dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.

"Visi tersebut dimanifestasikan dalam pelaksanaan misi, salah satunya meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama, yang ditandai dengan tersebarnya TPQ sebagai salah satu lembaga pembentuk generasi sholeh di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang," jelasnya.

Selain TPQ, lanjutnya, Kemenag juga membawahi beberapa lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya, antara lain Taman Tahfidz Qur'an, Ta'lamul Qur'an dan PAUD Qur'an.

"Hal ini merupakan bentuk ikhtiar Kemenag dalam membangun pendidikan keagamaan Islam, sesuai dengan amanat PMA Nomor 13 Tahun 2014," paparnya.

Beliau pun sempat menghaturkan ungkapan terima kasih kepada para wali santri dan ustaz-ustazah TPQ yang telah ikut berjuang dalam mencerdaskan anak-anak di Kota Pangkalpinang ini dan menjadikan mereka tidak hanya berprestasi untuk kehidupan duniawi saja, namun juga gemilang dalam kehidupan ukhrawinya.

"Semoga dengan wisuda ini, para santri dapat semakin menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur'an yang telah dipelajarinya, serta dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari," tutupnya.

Senada dengan itu H Nasution juga menyampaikan bahwa Kanwil Kemenag Babel melalui Bidang Papkis sangat mendukung kegiatan wisuda santri seperti yang dilakukan oleh Kemenag Pangkalpinang ini. Hal ini merupakan bentuk perjuangan kita bersama dalam mengembangkan pendidikan keagamaan Islam.

"Kami juga terus mendorong dan memfasilitasi agar semua lembaga TPQ yang ada terdaftar melalui aplikasi SIPDAR-PQ, agar mendapatkan legalitas yang jelas dan datanya dapat diakses dengan mudah dan akurat," imbuhnya.

"Setelah wisuda ini, perjalanan para santri belumlah selesai, masih ada rangkaian pendidikan pada jenjang-jenjang selanjutnya. Dan kita harus terus mendorong mereka untuk tetap bersemangat mengikuti pendidikan berbasis keagamaan ini sehingga dapat menjadi bekal dan bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhiratnya," pesannya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pemkot Pangkalpinang, Ahmad Subekti dalam paparannya membuka secara resmi kegiatan tersebut menjelaskan, filosofi pemindahan tali toga dari kiri ke kanan dalam prosesi wisuda dimaksudkan agar agar setelah lulus para wisudawan/wati tidak hanya piawai menggunakan otak kiri, namun harus lebih banyak menggunakan otak kanan.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved