Berita Bangka Barat

Bangka Barat Didominasi Usaha Kelapa Sawit

BPS Kabupaten Bangka Barat menyampaikan hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 di Bangka Barat.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
Dokumentasi Bangkapos.com
Ilustrasi tandan buah segar kelapa sawit. 

MENTOK, POSBELITUNG.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Barat menyampaikan hasil pencacahan lengkap sensus pertanian 2023 di Bangka Barat. Dari hasil itu disebutkan, usaha kelapa sawit berada di posisi pertama, dalam usaha pertanian perorangan (UTP) di 10 komoditas terbanyak.

Urutannya, kelapa sawit, karet, padi ladang, lada, ubi kayu, durian lainnya, ayam kampung biasa, cabai rawit, alpukat, dan terakhir kelapa. Lalu, jumlah Unit Usaha Pertanian Perorangan terbesar berada di Kecamatan Kelapa sebanyak 7.604 unit 24,37 persen.

Disusul Kecamatan Simpang Teritip sebanyak 6.831 unit 21,89 persen dan Kecamatan Tempilang sebanyak 5.564 unit 17,83 persen, sedangkan yang terkecil berada di Kecamatan Mentok sebanyak 3.518 unit 11,27 persen.

"Tujuan kita rilis ini, untuk menyampaikan hasil dari sensus pertanian 2023, yaitu dilaksanakan 1 Juni-Agustus 2023. Hasil sudah bisa dipublis, ada beberapa informasi pokok. Bagi pemerhati data dan stakeholder berkaitan pertanian, sehingga bisa mendapatkan info kegiatan pertanian di Bangka Barat," kata Kepala BPS Bangka Barat, I Ketut Mertayasa, usai FGD Diseminasi hasil ST2023 tahap 1, pada di Hotel Yasmin Star Mentok, Selasa (12/12).

Ia menjelaskan, usaha kelapa sawit di Bangka Barat, masih berada di posisi pertama, atau primadona dibandingkan dengan komoditas lainnya seperti lada. "Jadi potensi sekarang memang seluruh Babel tanaman sawit. Masyarakat banyak usaha di komoditas sawit, itu masuk komoditi ekspor, sehingga harga meningkat tergantung perkembangan di luar. Sementara, fokus budi daya lada, masih kendala penyakit sehingga banyak petani lada beralih ke perkebunan sawit. Karena lebih menjanjikan," ungkapnya.

Diakuinya, Provinsi Bangka Belitung memiliki ketergantungan pasokan bahan kebutuhan pokok yang cukup tinggi dengan daerah lain. Khususnya Pulau Jawa dan Sumatera, ditambah karakteristik sebagai daerah kepulauan dan berpenghasil dari hasil timah.

"Salah satu pekerjaan rumah di Bangka Barat dan pulau Bangka serta Belitung sebagian besar kebutuhan berasal dari luar. Sehingga perlu menggalangkan ke tanaman pangan, untuk kebutuhan masyarakat. Karena karakteristik masyarakat kita, dapat penghasilan dari timah, bekerja sebentar dapat hasil. Berbeda apabila bertanam perlu waktu, jadi kebutuhan banyak berasal dari luar," ujarnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved