Konflik Palestina Vs Israel

UNRWA Sebut Tak Ada Tempat Aman bagi Anak-anak di Gaza Palestina, Serukan Gencatan Senjata

Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, menyebutkan bahwa tidak ada tempat aman bagi anak-anak di Gaza, Palestina.

Editor: Novita
Wafa/Tribunnews.com
PENGUNGSI GAZA - Foto yang diambil dari kantor berita Wafa tanggal 8 April 2025 menunjukkan suasana di tenda-tenda pengungsian warga Gaza di Al Rimal, Kota Gaza, Palestina. Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, menyebutkan bahwa tidak ada tempat aman bagi anak-anak di Gaza, Palestina. 

POSBELITUNG.CO - Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, menyebutkan bahwa tidak ada tempat aman bagi anak-anak di Gaza, Palestina.

Sekolah-sekolah yang dikelola PBB, telah menjadi tempat penampungan bagi ratusan ribu orang di Gaza di tengah pemboman Israel yang terus-menerus dan meratakan rumah-rumah.

Sementara kelaparan yang disebabkan oleh Israel merajalela akibat blokade Israel terhadap bantuan dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan.

Melansir Al Jazeera, warga Palestina telah mencari perlindungan di bawah bendera PBB, akan tetapi tempat penampungan tersebut justru menjadi sasaran.

"Tidak ada tempat yang aman bagi anak-anak di Gaza. Gencatan senjata sekarang juga," kata badan tersebut, Selasa (19/8/2025).

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkap, setidaknya 18.885 anak-anak termasuk di antara lebih dari 62.000 warga Palestina yang dibunuh oleh Israel sejak dimulainya perang genosida di Gaza hampir dua tahun lalu.

Mengutip UNICEF, UNRWA mencatat bahwa dalam lima bulan terakhir perang, sejak Israel secara sepihak membatalkan kesepakatan gencatan senjata dan melanjutkan serangan. 

Bahkan berdasarkan laporan, rata-rata lebih dari 540 anak tewas setiap bulan.

Peringatan PBB ini muncul setelah setidaknya 51 warga Palestina tewas dalam serangan Israel sejak Selasa dini hari. 

Di antara mereka, setidaknya terdapat delapan pencari bantuan yang tewas ketika pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat lokasi distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Israel dan Amerik Serikat. 

Serangan mematikan ini telah dialami warga Palestina setiap hari, yang menyebabkan hampir 2.000 kematian sejak akhir Mei.

Pihak rumah sakit di Gaza mengatakan, sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan terhadap tenda-tenda yang menampung orang-orang terlantar di Khan Younis, dan empat lainnya tewas dalam serangan terhadap sebuah tenda di Deir el-Balah, di Gaza tengah.

Pasukan Israel juga meningkatkan serangan di Kota Gaza, meskipun ada peringatan global yang mendesak Israel untuk menghentikan perluasan operasi di sana. 

Serangan udara di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza, dikabarkan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lainnya.

Di Kota Gaza bagian selatan, pasukan Israel meledakkan rumah-rumah, sementara kebakaran hebat dilaporkan terjadi di lingkungan Tuffah di Kota Gaza bagian timur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved