Hari Pahlawan

Golkar: Wajar Pak Harto Diberi Gelar Pahlawan

Partai Golkar menilai wajar adanya wacana pemberian Gelar pahlawan bagi Presiden ke-2 RI Soeharto.

TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
FILE FOTO - Dua sahabat lama saling bertemu tentu sangat membahagiakan. Itulah gambaran pertemuan mantan PM Singapura Lee Kuan Yew dengan mantan Presiden Soeharto. Saat mengantar tamunya pulang, Soeharto kelihatan sumringah dan sehat (tanpa kursi roda). Dia menebar senyum dan melambaikan tangan. Lee Kuan Yew meninggalkan kediaman Jenderal Besar Soeharto di Jalan Cendana 8, Jakarta Pusat, pukul 12.50 WIB, Rabu (22/2/2006) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Partai Golkar menilai wajar adanya wacana pemberian Gelar pahlawan bagi Presiden ke-2 RI Soeharto. Apalagi, Presiden Soeharto memerintah Indonesia dalam waktu yang lama.

"Wajar lebih 20 tahun jadi presiden, itu perjuangan panjang. Kita anggap bapak pembangunan. Saya berpendapat wajar Pak Harto memberikan gelar pahlawan," kata Wakil Ketua Umum Golkar, Fadel Muhammad, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Fadel mengatakan jasa Soeharto telah banyak di pemerintahan. Contohnya, Garis Besar Halauan Negara (GBHN) yang menjadi acuan pembangunan. Kini arah pembangunan tidak lagi berdasarkan aturan Pelita (Pembangunan Lima Tahun). "Sekarang kan sudah tidak ada lagi," imbuh Ketua Komisi XI DPR itu.

Sebelumnya, Dewan Gelar Pahlawan Nasional belum akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada dua mantan Presiden RI, Soeharto dan Abdurrahman Wahid, pada tahun ini.

Dua gelar pahlawan nasional kepada mantan orang nomor satu di Indonesia itu diendapkan. Dewan Gelar masih menunggu waktu yang tepat untuk menganugerahkan gelar tersebut.

"Diendapkan dan menunggu waktu yang tepat, hanya itu catatan dari Dewan Gelar. Mengapa diendapkan? Silakan dikonfirmasi ke Dewan Gelar," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa setelah mengisi seminar di kampus Universitas Negeri Surabaya, Senin (9/11/2015).

Catatan itu adalah jawaban dari Dewan Gelar setelah kementerian mengirimkan surat baru-baru ini. Tahun depan, Khofifah mengaku akan menanyakan kembali soal perkembangan penganugerahan gelar pahlawan tersebut.

"Setelah rekomendasi dari Dewan Gelar dikeluarkan, baru nanti keputusan presiden (keppres) akan dikeluarkan," ungkapnya.

Dari sejumlah nama yang dibahas, lanjut Khofifah, baru nama Sarwo Edhie yang sudah memiliki rekomendasi dari Dewan Gelar dan sudah memiliki keppres.

"Kalau untuk Sarwo Edhie tinggal menganugerahkan saja," tambah Ketua Umum Muslimat NU ini.

Soeharto adalah presiden kedua RI, sedangkan Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur adalah presiden keempat.‎

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved