Mitos atau Fakta? KB Suntik Bikin Sulit Hamil, Cek Disini!

KB suntik menyebabkan rahim kering sehingga bayi pun enggan tumbuh di sana. Lalu, bagaimana dengan Anda?

tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com
Ilustrasi foto 

POSBELITUNG.COM - “Pada awal pernikahan, kami memutuskan untuk menunda momongan. Karena itu saya menggunakan KB suntik 1 bulanan.

Ketika memasuki bulan ketiga, akhirnya saya dan suami sepakat tidak lagi menunda momongan. Namun, saya mendapati menstruasi tidak lancar.

Saya memeriksakan diri ke bidan dan diberi obat. Untungnya, haid lancar kembali. Tapi, kenapa saya tak kunjung hamil? Apa benar mitos yang mengatakan KB suntik bikin susah hamil itu benar?”

Kutipan kisah tadi muncul pada sebuah forum kehamilan dan kesuburan wanita. Seraya dengan kisah tersebut, banyak wanita lainnya yang punya pengalaman yang sama.

Bahkan ada pula mengatakan, KB suntik menyebabkan rahim kering sehingga bayi pun enggan tumbuh di sana. Lalu, bagaimana dengan Anda? Barangkali, Anda juga punya pikiran yang sama tentang KB suntik bikin susah hamil?

KB Suntik Membuat Rahim Kering?

Sebenarnya, mitos yang mengatakan kalau KB suntik bikin susah hamil karena rahim kering hendaknya jangan dipercaya begitu saja. Menurut dunia medis, istilah rahim kering tidak ada.

BACA: Menpan RB Bicara Soal Jadwal Rekrutmen CPNS Tahun 2016

Bila yang dimaksud adalah tidak ada menstruasi, sebaiknya Anda tidak diam saja. Keadaan ini harus segera Anda obati ke dokter. Sebab, itu artinya ovulasi tidak terjadi dan Anda tidak mungkin merencanakan kehamilan. Lakukan pemeriksaan rahim untuk tahu kondisi rahim Anda yang sesungguhnya.

Akumulasi KB Tersimpan dalam Lemak Tubuh

Tidak dapat dipungkiri meskipun KB suntik telah dihentikan penggunaannya, dampaknya tidak bisa dilihat dan dirasakan secara langsung. Hal ini juga bisa berlaku pada bentuk KB hormonal lainnya.

Anda tidak bisa langsung haid karena akumulasi KB hormonal masih tersimpan dalam lemak tubuh. Perlu waktu setidaknya 6 bulan hingga setahun agar obat KB tadi benar-benar terurai dan hilang dari lemak tubuh.

Amenorrhea atau gangguan tidak haid pada wanita sendiri masih terbilang wajar jika Anda masih menggunakan KB hormonal (baik dengan suntik, pil, dan susuk). Ini karena KB menekan hormon reproduksi wanita, yang meliputi estrogen dan progesteron.

BACA: Jawaban Istri Indra Bekti Saat Suaminya Dituding Homo?

Seimbangkan Hormon Anda

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved