Waspada! Ada Plankton Beracun di Tanjungpendam, Ini 3 Dampak Bahayanya Bagi Manusia
Kondisi ini berdampak negatif bagi ekosistem perairan, seperti berkurangnya oksigen dan produksi toxin di dalam air yang dapat menyebabkan kematian
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan Wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.CO, BELITUNG- Analis Konservasi dan Rehabilitasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Dinas Perikanan Belitung Timur, Zulfiandi mengungkapkan, Blooming Alga atau Red Tides/pasang merah akibat ledakan Dinoflagellata terjadi akibat tingginya populasi Fitoplankton beracun di perairan.
Kondisi ini berdampak negatif bagi ekosistem perairan, seperti berkurangnya oksigen dan produksi toxin di dalam air yang dapat menyebabkan kematian berbagai makhluk air lainnya.
Beberapa genus fitoplankton penyebab HABs yaitu Pseudonitzschia, Ceratium, Dinophysis, Chaetoceros, Gonyaulax, Noctiluca, Peridinium dan Nitzschia.
Zulfiandi menyebut, fenomena ini harus menjadi perhatian bersama dari Pemerintah Daerah dan Masyarakat.
"Pemerintah Daerah perlu mengkaji dengan sistematis terkait fenomena ini sehingga akan ditetapkan regulasi, metode atau cara pencegahan. Seperti pengawasan terhadap berbagai sampah dan limbah seperti limbah domestik/rumah tangga, limbah pertanian dan limbah industri yang berasal dari daratan yang bawa oleh aliran sungai atau yang langsung dibuang ke laut yang dapat memicu terjadinya eutrofikasi pada perairan laut," ungkapnya.
Fenomena HABs (Harmful Alga Blooms) ini dapat menimbulkan dampak negatif sebagai berikut :
1. Dampak Negatif bagi Ekonomi
Apabila HABs (Harmful Alga Blooms) ini terjadi pada perairan atau kawasan budidaya maka biota yang dibudidayakan akan mengalami kematian sehingga pembudidaya akan mengalami kerugian besar. Selain itu fenomena ini juga akan mengurangi pemasukan ekonomis untuk kawasan pariwisata seperti pantai, pada awalnya mungkin banyak orang atau wisatawan yang akan datang untuk melihat fenomena unik ini.
Namun ketika populasi alga/fitoplankton ini meledak dalam jumlah banyak kemudian mengalami dekomposisi atau pembusukan makan pada daerah pantai akan timbul bau busuk yang menyengat dan bisa membahayakan kesehatan pengunjung atau wisatawan yang datang serta akan mengurasi estetika pada pantai tersebut, sehingga kunjungan wisatawan akan berkurang pada objek-objek wisata pantai yang terkena fenomena HABs
2. Dampak Negatif bagi Ekosistem Perairan
Fenomena HABs (Harmful Alga Blooms) akan menyebabkan perairan kekurangan oksigen akibat pembusukan fitoplankton oleh bakteri aerob sehingga banyak organisme perairan lainnya mengalami kematian. Selain itu HABs yang terjadi akibat adanya memproduksi zat racun, maka akan menyebabkan kematian pada organisme perairan bahkan sampai kematian massal.
Fenomena HABs juga dapat menganggu kehidupan organisme dan mikroorganisme fotosintetik perairan karena dapat menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam perairan/laut
3. Dampak Negatif bagi Kesehatan Manusia
Ketika fenomena HABs (Harmful Alga Blooms) sudah mulai mereda dan mengalami proses pembusukan, maka akan menghasilkan bau busuk (akibat dekomposisi dilanjutkan oleh bakteri anaerob) dan senyawa kimia beracun serta adanya bakteri-bakteri penyebab berbagai penyakit (patogen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/fenomena_20180306_173614.jpg)