Berita Bangka Tengah
Waspada ! Sudah 40 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Daerah Ini
Cuaca panas akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan bencana. Musim kemarau yang melanda menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
POSBELITUNG.CO -- Cuaca panas akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan bencana. Musim kemarau yang melanda menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa titik di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).
Seperti yang diungkapkan oleh Kasi Pencegahan Kebakaran Damkar Bangka Tengah, Yasir, Rabu (23/8/2023).
Jumlah peristiwa Karhutla yang terjadi di Wilayah Kabupaten Bangka Tengah mencapai sebanyak 40 kejadian.
Jumlah tersebut lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 30 peristiwa, untuk Periode Januari-Desember 2022.
“Memang untuk tahun ini jumlah kasusnya jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya,” kata Yasir.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa peristiwa karhutla yang terjadi selama ini rata-rata disebabkan oleh human eror.
Pasalnya, jarang ada peristiwa Karhutla yang disebabkan murni faktor alam.
Terlebih lagi saat ini sedang masuk dalam Siklus El Nino sehingga hawa panas lebih lama terjadi.
Untuk itu, Pihak Damkar Bangka Tengah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan melalui cara dibakar.
Apalagi kondisi angin saat ini juga tidak menentu sehingga terkadang dapat membawa percikan-percikan api terbang dan membakar lahan yang lain.
“Hayo berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini seperti Damkar, BPBD atau kehutanan kalau seandainya mau membuka lahan, walaupun sebenarnya membuka lahan dengan cara dibakar itu tidak boleh,” imbaunya.
Namun demikian Yasir mengakui sulit merubah pola pikir masyarakat terkait hal ini, apalagi terhadap masyarakat petani tradisional.
Padahal dengan cuaca panas terik ini, percikkan api dari puntung rokok pun bisa memantik terjadinya karhutla.
“Sebenarnya tanpa menggunakan api kita tetap bisa membuka lahan. Misalnya dengan clearing area menggunakan alat berat,” katanya.
Sementara itu berkaitan pada titik panas yang kerap terjadi Karhutla di Bangka Tengah pada dasarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Titik apinya sama, kalau enggak yang di Kurau, Pal Empat itu, paling di daerah Tanjung Langka Koba dan di lahan Eks PT Koba Tin,” katanya.
Titik panas tersebut memang kebanyakan di Kecamatan Koba, sedangkan untuk di Kecamatan lain jarang terjadi.
“Paling seputaran-seputaran itulah yang sering terjadi Karhutla,” jelas Yasir.
(Posbelitung.co/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/kebakaran-hutan_20151221_212432.jpg)