Berita Belitung Timur
25 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Beltim Dikebut, Target Operasi April 2026
Pembangunan 25 gerai Koperasi Desa Merah Putih di Belitung Timur dikebut dan ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026. Kementerian ...
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Belitung Timur memasuki tahap percepatan. Setelah sempat terkendala persoalan lahan di sejumlah desa, kini pengerjaan fisik dikebut di 25 titik dengan target operasional penuh pada April 2026 mendatang.
Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Ekonomi Produktif dan Kreatif, Ambar Pertiwiningrum, meninjau langsung progres pembangunan di Desa Air Kelik dan Simpang Tiga. Ia memastikan kesiapan bangunan di Air Kelik telah mencapai 100 persen.
"Alhamdulillah, progres di Air Kelik sudah mencapai 100 persen. Kami melihat bangunannya luar biasa megah dan sudah sangat siap untuk digunakan sebagai pusat ekonomi desa," ujarnya.
Ambar menekankan, gerai KDMP ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pemberdayaan bagi penduduk yang ber-KTP desa setempat. Ia mengingatkan pengurus koperasi agar tidak hanya bangga memiliki gedung baru, tetapi harus segera mengasah kemampuan bisnis untuk mengelola fasilitas tersebut.
"Pengurus harus pintar mulai belajar bisnis karena sudah mendapatkan gerai yang megah. Harapan kami, anggota koperasi harus terus direkrut agar masyarakat lokal benar-benar merasakan manfaatnya," ucapnya.
Ambar menambahkan, Kementerian Koperasi akan terus mengawal proses ini hingga serah terima aset ke pihak desa selesai dilakukan. Nantinya, kementerian juga akan membantu memfasilitasi kebutuhan untuk melengkapi operasional gerai agar bisa langsung melayani kebutuhan pokok masyarakat.
Beralih ke sisi teknis pemerintah daerah, Plt. Kepala DisnakerkopUKM Belitung Timur, Adi Yusman, memaparkan data bahwa dari 37 desa yang memiliki potensi, 25 di antaranya sedang dalam tahap pembangunan aktif.
"Rata-rata progres dari 25 desa itu sudah berada di angka 60 persen. Targetnya memang di bulan April nanti, jika tidak ada kendala cuaca yang ekstrem, semuanya bisa rampung," ujar Adi.
Adi mengakui bahwa tantangan terbesar selama ini adalah koordinasi mengenai lahan, mengingat kriteria dari pemerintah pusat cukup ketat, yakni lahan harus berukuran minimal 20x30 meter dan berlokasi strategis.
"Pihak pengembang (Agrinas) membutuhkan lahan yang sudah siap bangun tanpa perlu proses penimbunan lagi. Itulah mengapa kami terus membantu memfasilitasi desa terkait masalah aset dan hibah agar lahan ini benar-benar clear and clean," tambahnya.
Sebagai langkah percepatan pasca-pembangunan fisik, Adi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten akan membentuk Tim Inventarisasi Daerah. Tim ini akan bergerak untuk memetakan produk-produk unggulan di setiap desa yang layak diserap dan dijual di gerai-gerai KDMP tersebut.
"Setelah didata, kita bisa memastikan produk apa saja yang akan dijual sehingga gerai ini benar-benar menghidupkan ekonomi warga sekitar. Kami tidak ingin gedung ini berdiri tanpa memberikan dampak ekonomi yang nyata," ucapnya.
Dengan pengawasan ketat dari kementerian dan dukungan penuh dari Pemkab Beltim, kehadiran gerai Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan menjadi tonggak kemandirian ekonomi perdesaan di Belitung Timur pada tahun 2026 ini. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Kisah Dalila Kelola Alfi Farm Gantung, Sukses Ternak Sapi Jumbo hingga Dibeli Gubernur |
|
|---|
| Kombet, Sapi Limosin 600 Kilogram di Beltim Dijual Rp65 Juta Jelang Iduladha |
|
|---|
| Orang Tua Siswa TK Bantaian Sedang Anaknya Mendapatkan Tas Sekolah dari Bupati Beltim |
|
|---|
| Kunjungan Edukasi TK Bantaian ke Kantor Bupati Beltim, Khairil Anwar Diserbu Pertanyaan Unik |
|
|---|
| Kronologi Heru Pemancing Asal Belitung Timur Hilang di Selat Karimata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260225-TINJAU-KESAPAN-Rombongan-Staf-Khusus-Menteri-Koperasi-1234.jpg)